RSUD Pertama Kota Bogor Diresmikan

oleh -59 Dilihat
RSUD Pertama Kota Bogor Diresmikan

Bogor, Suara Indonesia-News.Com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pertama Kota Bogor diresmikan kemarin pada hari kamis tanggal 7 agustus 2014.Rumah sakit pemerintah tersebut merupakan Rumah Sakit (RS) RS Karya Bhakti yang berubah nama menjadi RSUD Kota Bogor dan pengelolaan dari Yayasan Karya Bhakti ke Pemerintah Kota Bogor sesuai dengan Perda no 5 tahun 2013 tanggal 19 September.

 

Rumah sakit yang sudah berdiri sejak 34 tahun ini memiliki luas bangunan 10.181 m2 diatas lahan seluas 30.000 m2 yang berlokasi di Cilendek Barat Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Pada Peresmian  RSUD Kota Bogor tersebut,Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menuturkan, kerjasama Pemkot Bogor dengan Yayasan Karya Bhakti sebagai pengelola rumah sakit tertuang dalam surat bernomor 22/SP/VIII/1984.Dalam surat MoU tertanggal 6 Agustus 1984 ini, Yayasan Karya Bhakti diberi hak mengelola dan menguasai aset Pemkot Bogor selama 30 tahun.

Sementara, Pegawai rumah sakit termasuk dokter yang selama 30 tahun telah bekerja di rumah sakit ini, akan tetap dipakai.jumlah pegawai lama sebanyak 429 terus bekerja. Bahkan kami masih kekurangan dokter spesialis dan kami akan minta ke Kementrian Kesehatan. Untuk bagian administrasi 12 PNS senior dan berpengalaman di Kota Bogor, kami tempatkan disini,tutur Direktur RSUD Kota Bogor, Triwanda Ellan.

Triwanda juga menambahkan, RSUD Kota Bogor dengan type B ini memiliki 12 ruang VIP dewasa, anak 5, 2 kebidanan, 6 perinatologi, 18 ruang isolasi, serta 7 tempat tidur HCU dan 6 tempat tidur ICU.kami akan terus tingkatkan pelayanan kelas 3 dan sekarang sudah ada 49 kamar dan nanti akan menjadi 80 kamar di tahun depan ujarnya.

Ade Sarif yang juga Sekda Kota Bogor mengatakan,untuk anggaran tahun 2014, pihaknya mengelontarkan Rp20 M dari APBD Kota Bogor ditambah Rp4,5 M dari bantuan Ropinsi Jawa Barat.

Kadis Kesehatan Kota Bogor, dr Rubaeah saat ditanya, terkait layanan kelas 3 yang mendapat perhatian utama dibanding kelas 2 dan 1, padahal banyak warga masyarakat mengejar iuran Rp65.000 BPJS guna mendapat layanan kelas 1 saat sakit mengaku, karena masih banyak warga Kota Bogor yang masih berpenghasilan dibawa rata-rata.Kalau untuk BPJS benar,tapi untuk Penghasilan Pruto Individu (PBI) masih banyak warga Kota Bogor dibawa rata-rata,dan itulah sebabnya kami memperbanyak kelas 3 untuk mereka yang berpenghasilan sangat dibawa ini,kata dr Rubaeah. (Iran G Hasibuan).

Tinggalkan Balasan