RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo Kini Punya Tangki Liquit Oksigen Sendiri

oleh -204 views
Foto : Wali Kota Probolinggo saat resmikan Liquit Tabung Oksigen RSUD Dr Moh Saleh, Jumat (3/9).

PROBOLINGGO, Jumat (3/9/2021) suaraindonesia-news.com – RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo, Jawa Timur kini miliki Tangki Liquit Oksigen sendiri. Tangki tersebut diresmikan oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Jumat (3/9).

Tangki liquit yang memproses gas oksigen menjadi gas medis ini guna untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit Dr Moh Saleh untuk keperluan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Yang mana beberapa waktu lalu hampir semua rumah sakit kesulitan untuk mendapatkan tabung oksigen dipasaran.

Plt Direktur RSUD Dr Moh Saleh, dr. Abraar HM Kuddah mengatakan, tabung liquit ini kerjasama antara RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo dengan CV Sandi Surya Gas, tentang pengadaan dalam keadaan darurat berupa pemberian oksigen setara harga satuan dan pinjaman tangki liquit oksigen dan evavoretor RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo.

Latar belakang, adalah persediaan oksigen tabung pada masa pendemi covid-19 menjadi langka yang berakibat harga naik bahkan sulit untuk diperoleh akibat dipasar tidak ada produk oksigen untuk dijual maupun untuk dibeli. Bahkan RSUD membatasi penerimaan pasien ketika stok oksigen menipis.

Menggunakan liquit oksigen untuk menggantikan cara menggunakan distribusi oksigen di rumah sakit yang sebelumnya dikirim dalam bentuk tabung dinilai lebih efektif dan lebih ekonomis. Karena semakin sedikitnya intensitas pengiriman yaitu hanya 2 hingga 3 kali dalam satu bulan maka akan lebih sedikit pula bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk mengirim sehingga lebih ramah lingkungan.

Perwujudan klin ekonomik juga bisa terlihat pada penggunaan tangki sors yang lebih sedikit untuk menggantikan tabung atau bejana tekan yang sebelumnya dibutuhkan dalam jumlah banyak.

Dari efisiensi penerapan metode instalasi tangki liquit oksigen dirasa lebih efisien. Dengan estimasi pengeluaran yang dikeluarkan oleh rumah sakit jauh berkurang.

dr Abraar sebutkan, dengan harga oksigen Rp 66.670 per tabung 6 mili meter kubik dengan harga liquit estimasi Rp 6.270 per meter kubik. Maka estimasi oksigen kondisi normal 80 tabung isi 6 mili meter kubik per hari maka setara dengan 480 meter kubik yang sebelumnya berkisar pada harga Rp 5.536 perhari menjadi 3 juta 9 ribu rupiah.

Pada saat pandemi covid-19 oksigen meningkat sampai 300 tabung isi 6 mili meter kubik setara dengan 1.802 meter kubik. Sehingga sebelumnya pengeluaran berkisar pada angka Rp 20.010.000,- menjadi Rp 11.286.000,-

“Dalam hal efektifitas penerapan metode instalasi tangki liquit oksigen dinilai lebih efektif, sebab beberapa aktifitas atau divisi di rumah sakit bisa lebih di optimalkan,” jelas dr Abraar.

Wali kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya mengatakan, penggunakan liquit oksigen ini karena kendala kelangkaan oksigen disemua daerah saat pandemi covid-19 tidak lepas juga di kota Probolinggo. Tapi Alhamdulillah kita bisa terus melakukan meskipun kita mengambilnya menyebar ada yang ambil di Gresik, Surabaya, Pasuruan, Dringu, Paiton bahkan antriannya sangat panjang kita optimis dapat 100 tabung kebagian 30 tabung, itu masih menunggu lagi. Itu tantangan tantangan yang kita hadapi semuanya.

Tabung Liquit Oksigen milik RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo.

Apalagi ada deadline jam 5 sudah habis oksigen itu semalam sudah tidak bisa tidur. Karena kita tidak ingin ada kejadian dan kendala mengenai oksigen ini apabila ada kekosongan tentunya ada dampak aspek hukumnya.

“Lonjakannya hampir merata seluruh wilayah Jawa timur bahkan nasionalpun kalau kita mengikuti kegiatan di grup itu banyak semua daerah yang terkendala mengenai oksigen,” terang wali kota.

Pada kesempatan itu wali kota mengapresiasi pada jajaran RSUD Dr Moh Saleh yang betul betul melakukan langkah cepat.

Wali kota jelaskan pengadaan tangki liquit oksigen ini dananya dari Refocusing anggaran. Jadi Refocusing itu banyak manfaatnya.

“Kita geser dari anggaran anggaran yang lainnya kita utamakan untuk pelayanan kesehatan yang memang menjadi tantangan yang harus kita lakukan,” ujarnya.

“Alhamdulillah kita juga dalam persiapan untuk pembelian pengadaan ini lancar dan ada karena setiap rumah sakit semua berebut juga untuk melakukan ini semua. Alhamdulillah kita diberi kelancaran, tentunya ini berkat ketulusan dan ke ikhlasan semua bersatu padu untuk melakukan langkah langkah terbaik dari keluarga besar RSUD Dr Moh Saleh,” ungkap wali kota.

Pesan wali kota, walaupun sudah banyak persiapan persiapan yang sudah kita lakukan sudah sempurna kita harus evaluasi apa apa yang harus kita sempurnakan untuk pelayanan kesehatan.

“Kita harus berusaha meyakinkan kepada masyarakat bahwasanya pelayanan di rumah sakit ini adalah untuk kebaikan semuanya,” terangnya.

Ia mengingatkan agar jangan sampai ada masyarakat ketakutan masuk ke rumah sakit alasan takut di covidkan. Padahal tidak ada istilah itu, tapi begitu masivnya informasi di masyarakat apabila datang ke rumah sakit tidak ada kata lain covid. Padahal kata dia tidak semuanya yang masuk rumah sakit ini terdeteksi oleh alat itu Covid-19.

“Kan yang mendeteksi itu alat, bukan perkiraan dokter, ada alatnya, ada acuan acuannya, sehingga banyak masyarakat terlambat masuk ke rumah sakit mendapatkan pelayanan pertolongan dalam hal untuk meningkatkan kesehatannya sudah dalam keadaan lemas, keadaan durasinya drop baru dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat banyak yang bicara juga kalau sudah masuk rumah sakit banyak yang meninggal.

“La diantarkan saja sudah mepet gitu istilahnya ya. Sudah tergeletak dirumahnya sekian lama, begitu sudah tidak mau makan, sudah tidak bisa diajak bicara baru dikirim ke rumah sakit,” terangnya.

“Ini harus disampaikan biar masyarakat faham juga. Dan pasien yang sembuh sama yang meninggal lebih banyak yang sembuh. Itu harus terus menerus kita publikasi,” ujarnya.

Ia berpesan kepada dokter dokter, kemarin ada lagu yang bergantian semua itu coba di-update lagi untuk meyakinkan masyarakat bahwasanya pelayanan ini betul betul solusi terbaik dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Jadi kalau ada gejala cepat periksakan supaya kita semua cepat tertangani dalam kondisi yang masih sehat. Jangan kalau sudah drop baru diperiksakan. Memang banyak memang orang awam, orang yang ngerti saja baru flu sedikit mengaku sehat. Padahal Indra penciuman sudah hilang, tidak bau apa apa. Itulah tantangan kita, tentunya kita terus melakukan kebiasaan baru ini dengan protokol kesehatan yang mana kuncinya adalah menggunakan masker. Supaya kita terhindar apabila ada virus,” bebernya.

Dan Alhamdulillah kata dia, setelah adanya tabung oksigen liquit ini kita berharap tidak ada lonjakan lonjakan lagi. Mudah mudahan warganya sudah vaksin semuanya, sudah prokes menggunakan masker apabila aktifitas diluar sehingga kita bisa mengendalikan bersama. Mengenai penekanan Covid-19 tidak bisa serta merta hanya pemerintah yang melakukan, tapi harus bersama-sama dengan masyarakat. Kuncinya adalah menggunakan masker. Itu yang paling penting pesan saya karena ini juga disiarkan live dari akun resmi pemerintah kota Probolinggo.

“Makanya saya bicara seperti ini karena disaksikan oleh masyarakat. Kalau saya berbicara kepada dokter dokter dan tenaga kesehatan sama saja mengajari bebek renang, karena sudah bisa renang sendiri,” tuturnya.

Karena kata wali kota, masyarakat ini butuh keyakinan bagaimana mereka tidak takut lagi, tidak termakan lagi oleh isu isu hoaks yang bertebaran diluar, dimedia sosial tentang masalah pandemi ini.

“Mudah mudahan apa yang kita lakukan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas orang nomor satu di kota bayuangga ini.

Plt RSUD Dr Moh Saleh Kota Probolinggo dokter Abraar HM Kuddah menambahkan, oksigen ini datangnya adalah berupa cairan. Kemudian diproses, dirubah menjadi gas oksigen melalui Evavoretor berubah menjadi gas oksigen atau gas medis.

“Gas medis inilah yang akan didistribusikan ke tiap ruangan. Kenapa kita menggunakan Gas Medis? Karena lebih efisien dan lebih sehat dibandingkan dengan gas yang selama ini ada. Karena gas medis sudah gak perlu pakai indikator, bisa langsung bisa dihirup,” jelas dr Abraar.

Kedua gas medis ini lebih efisien. Harga 1 tabung oksigen Rp66670, pakai liquit per meter kubik cuma Rp62070. Jadi ada efisiensi 4000. Dengan menggunakan liquit ini kita gak perlu lagi dorong dorong oksigen tabung yang bisa menyebabkan kerusakan pada tekel dan sebagainya.

“Ini semua bentuk tanggung jawab wali kota yang berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kota Probolinggo dan komitmen dari RSUD Dr Moh Saleh untuk memberikan pelayanan masyarakat di kota Probolinggo,” tandas dr Abraar.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan