Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanPemerintahan

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Terapkan Operasi Tiroid Tanpa Pisau Bedah

Avatar of admin
×

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Terapkan Operasi Tiroid Tanpa Pisau Bedah

Sebarkan artikel ini
IMG 20250805 093955
Foto: Tampak depan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

SUMENEP, Senin (4/8) suaraindonesia-news.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus melakukan inovasi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terbaru, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini melaksanakan prosedur operasi tumor tiroid jinak tanpa menggunakan pisau bedah, melalui metode Radio Frequency Ablation (RFA).

Prosedur RFA dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang hanya memerlukan tusukan seukuran jarum suntik. Tindakan ini dinilai cepat, minim risiko, tidak membutuhkan rawat inap, dan pasien dapat langsung kembali ke rumah.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menjelaskan bahwa prosedur tersebut menjadikan rumah sakit tersebut sebagai fasilitas kesehatan pertama di Madura dan kedua di Jawa Timur yang menerapkan teknologi RFA untuk penanganan kasus tiroid jinak.

“Dengan adanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Ini menjadi langkah besar dalam transformasi layanan kesehatan di Sumenep,” ujar dr. Erliyati.

Ia menambahkan bahwa berbagai upaya terus dilakukan pihak rumah sakit untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, termasuk penyediaan layanan spesialistik seperti Poli Nyeri, yang merupakan layanan pertama di Madura, serta layanan kemoterapi dan patologi anatomi.

Baca Juga :  Kepala DPMD Sumenep Ingatkan Kades Segera Cairkan BLT DD Dan Vaksin Bukan Sarat Mutlak Penerima

Selain pengembangan layanan medis, RSUD dr. H. Moh. Anwar juga telah menerapkan digitalisasi antrean, pra-booking poliklinik, dan pembayaran nontunai berbasis virtual account. Langkah ini dilakukan untuk memangkas birokrasi dan mempercepat waktu pelayanan.

“Semua inovasi ini bertujuan agar pasien lebih nyaman dan dapat fokus pada proses penyembuhan. Kami juga memperkuat lini dokter spesialis agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rujukan ke luar daerah,” jelasnya.

Dalam aspek fasilitas fisik, RSUD telah meningkatkan sarana dengan menambah lift dan pendingin udara di Gedung Poli Terpadu, serta mendesain ruang tunggu yang disesuaikan dengan budaya lokal, guna menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan kekeluargaan bagi pengunjung.

“Modernisasi ini kami lakukan tanpa menghilangkan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal masyarakat Sumenep,” ujarnya.

Menurut dr. Erliyati, seluruh upaya peningkatan layanan ini merupakan bentuk keberpihakan rumah sakit terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menegaskan bahwa transformasi ini bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga menunjukkan arah pelayanan yang lebih pasti dan terukur.

“RSUD dr. H. Moh. Anwar harus mampu memberikan layanan yang prima dan profesional bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Mengakhiri keterangannya, dr. Erliyati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung kemajuan rumah sakit agar terus berkembang sebagai pusat layanan kesehatan yang andal di wilayah Madura.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak demi peningkatan layanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,” pungkasnya.