RIPPDA 2015-2035 Raja Ampat, Menunggu Perda

Situasi Diskusi RIPPDA 2015-2035

Raja Ampat, suara indonesia-news.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan kegiatan diskusi penyempurnaan dokumen rencana induk pembangunan pariwisata daerah (RIPPDA) Kabupaten Raja Ampat Tahun 2015-2035.

Kegiatan yang digelar selasa 26/5 diruang rapat Kantor Bupati Raja Ampat,tujuannya untuk memberikan arah pembangunan kepariwisataan karena RIPPDA dianggap sebagai salah satu pedoman penting dalam rangka menjalankan program pariwisata yang terarah dan terpadu.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat dalam hal ini selaku panitia penyyelenggara kegiatan RIPPDA yang bertemakan”Mengembangkan Pariwisata Dengan Memperdayakan Masyarakat Tanpa Merusak Lingkungan”, diskusi  ini melibatkan Kementerian Pariwisata RI dan mengundang 42 lembaga dan instansi,namun ada sebagian yang tidak hadir karena berhalangan, namun kegiatan tersebut berjalan dengan sukses.

Diskusi itu juga membahas terkait rancangan peraturan daerah (RAPERDA) untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (PERDA) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Drs,Agus Priyono,MM.Direktur Industri Pariwisata dari Kementerian Pariwisata RI (KEMENPAR).

Agus Priyono dalam keterangannya kepada sejumlah wartwan menjelaskan, Kabupaten Raja Ampat merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan sehingga harus didukung dengan peraturan daerah (PERDA) guna menjadi penegasan dan landasan hukum yang kuat untuk menjamin terlaksananya pembangunan pariwisata dengan tidak merusak lingkungan dan dapat mensejahterakan masyarakat.

Agus berharap, Konservasi berjalan tapi jangan sampai masyarakat miskin karena tidak diperdayakan namun demikian masyarakat juga jangan sampai merusak lingkungan,sambungnya lagi selain perintah undang-undang (UU) peraturan daerah dapat mewujudkan pengembangan pembangunan pariwisata yang terpadu serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tandas agus.

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Edi Sumarwanto, S.Hut menuturkan, tujuan terselenggaranya kegiatan diskusi RIPPDA untuk memberikan arah pembangunan Kabupaten Raja Ampat  tentang pembangunan pengembangan kepariwisataan 2015-2035 dan mendorong rancangan peraturan daerah (RAPERDA) untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (PERDA), diungkapkan edi, terkait program pengembangan pembangunan pariwisata di Raja Ampat  perlu adanya peran media untuk mengawalnya pasalnya peran media sangat penting sehingga program ini harus dikawal,namun kita harus menunggu penetapan karena masih berbentuk dokumen,jika sudah ada penetapan peraturan daerah maka kami mendukung untuk kawal secara profesional.(Zainal).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here