Rini : BUMN Diminta Turut Serta Dalam Peningkatan Perekonimian Masyarakat

Rini : BUMN Diminta Turut Serta Dalam Peningkatan Perekonimian Masyarakat

LUMAJANG, Senin (18/2/2019) suaraindonesia-news.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Rini Soemarno berharap, PT. Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) ikut serta dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja pada acara Serasehan Petani Perhutani Sosial di Wisata Alas Burno, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menteri BUMN hadir bersama Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Dirut BRI, Direktur PTPN III, X, XI, XII serta sejumlah Direktur BUMN lainnya.

Kedatangan Menteri BUMN disambut oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

“Agenda kunjungan kami di Lumajang kali ini, diantaranya peninjauan Peternakan Sapi dan Hutan “Siti Sundari” Perhutani di Desa Burno, Kecamatan Senduro,” kata Rini kepada sejumlah media.

Potensi yang ada di Desa Burno, kata Rini, dinilai sangat besar, pasalnya, pertumbuhan perekonomian yang berada di Desa Burno sangat produktif, baik dalam bidang usaha peternakan Sapi, maupun perkebunam Kopi dan Pisang.

“Kami akan terus mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar betul – betul dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif masyarakat, baik untuk peternakan maupun pertanian,” tambahnya.

Sekarang ini, menurut Rini, pihaknya selalu menekankan, bahwa KUR betul – betul bisa bermanfaat bagi penerimanya.

“Seperti ini salah satu tempat yang cukup sukses, yaitu kelompok peternak Sapi Perah maupun Sapi Potong. Sekarang juga kita memberikan KUR untuk kopi, kami lihat di sini potensinya sangat bagus,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, yang akrab disapa cak Thoriq ini, mengungkapkan, masih ada kendalah yang dihadapi oleh warga Desa Burno, salah satunya adalah distribusi Susu Sapi yang masih kurang bagus. Ini akibat jalan yang bergelombang, yang jaraknya sekitar 1,5 km. Kondisi jalan tersebut dikeluhkan masyarakat, karena dapat menurunkan kualitas Susu Sapi.

“Jadi kalau Susu Sapi ini, kalau banyak goyangan, bakterinya itu banyak berkembang. Jadi, untuk itu saya berharap kepada direksi BUMN, khususnya BNI, tolong deh jalan 1,5 km ini, sehingga mereka hasil (susu,red) 100% dapat diterima,” ujar Cak Thoriq.

Di sisi lain, dengan turunnya harga Kopi di juga dikeluhkan oleh masyarakat. Ia berharap kepada pihak PTPN XII yang membawahi wilayahi tersebut dapat membina dan turut serta mendongkrak harga kopi lereng semeru.

Cak Thoriq menilai, potensi yang ada di wilayah Desa Burno tergolong sangat tinggi, baik dalam bidang peternakan maupun pertanian. Ia mengatakan bahwa potensi Sapi Perah di kawasan tersebut memiliki sekitar 800-an ekor sapi yang menghasilkan susu 5300 liter lebih setiap harinya. Tidak hanya itu, Kambing Etawa Senduro juga menjadi unggulan, tidak hanya bisa dimanfaatkan daging dan susunya, hewan ini juga memiliki nilai tersendiri dalam beberapa kontes kambing.

“Alhamdulillah, setiap ada event perlombaan, Senduro selalu juara,” bebernya.

Potensi lain yang dimiliki adalah hasil perkebunan, seperti Pisang Agung, Pisang Kirana, sayuran dan Kopi Lereng Semeru. Hasil perkebunan itu, memiliki kualitas premium.

Sedangkan menurut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabuoaten Lumajang, Achmad Dahlan, yang akrab di sapa Alan ini mengatakan jika hal ini bisa berkolaborssi dengan para pengusaha lokal.

“Untuk jaringan pengusaha, pemasaran dan design management, bisa kolaborssi dengan kami,” jelas owner PT Aisyah Cayaha Nusantara

Dalam mengelola usaha, kata Alan, pihaknya akan menambah jejaring bisnis, mulai dari bidang hasil usaha produktif, sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Apa di bidang penggemukan sapi, kambing Etawa, atau pertanian, bahkan ekowisata alam, kami akan siapkan demi Lumajang,” ujar Anggota Junior Chamber International (JCI) ini.

Dari sini, menurut Alan pihaknya siap membantu pemasaran di jaringan pengusaha, dan tidak lupa dukungan penuh dari Bupati Lumajang. Dari sisi pengamanan, dukungan Kapolres dan Kodim 0821 yang merupakan proses menuju percepatan pemeraataan ekonomi di Kabupaten Lumajang.

“Kami memiliki anggota binaan 2.800 pengusaha yang terakumulasi di dalam sebuah aplikasi mobile apps digital ecomerce. Peran serta para pengusaha lokal apalagi putra daerah adalah hal yang positif, karena perputaran ekonomi berawal dari daerah sebelum menjadi nasional maupun international,” tambahnya.

Kata Alumni Lemhanas RI, yang juga menjadi P2KTD Kabupaten Lumajang ini, dimana selaku pembinan Bumdes Kabupaten Lumajang, bahwa dukungan pemerintah juga sangat penting yang mana pengusaha daerah selama ini di anggap kecil namun dengan pembinaan termanajerial dengan baik bisa melahirkan pengusaha tangguh.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here