Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Pemkab Jember Siap Verivali Data Masyarakat Miskin

Bupati Jember, dr. Faida saat menyampaikan berbagai materi dalam Bimtek Verivali Data Keluarga Miskin (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Sabtu (25/08/2018) suaraindonesia-news.com – Pemkab Jember menginstruksikan 1.400 mahasiswa penerima bantuan beasiswa untuk melakukan verfikasi serta validasi (verivali) data keluarga miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang nantinya akan menerima bantuan sosial (Bansos) pangan dari Kemensos.

“Kita ingin mereka nanti menjadi kader bangsa yang berhasil, salah satu yang kita harapkan adalah menjadi mahasiswa yang peduli,” tutur Bupati Faida usai Launching Bimtek Verivali Data Keluarga Penerima Manfaat Bansos Pangan Rastra di Aula Pemkab setempat tadi siang.

Kepada ribuan mahasiswa yang hadir, Bupati meminta untuk saling koordinasi terkait dengan nama-nama yang tidak hadir pada bimtek tersebut.

“Agar semua tetap terjalin dengan baik maka saya berharap saling menginformasikan untuk nama-nama yang tidak hadir saat ini” pesannya.

Sementara menurut Isnaini Dwi Susanti, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember menyatakan bahwa verifikasi validasi yang dilakukan saat ini adalah untuk memastikan data yang sudah diturunkan dari Kementerian Sosial (Kemensos) benar-benar valid sesuai dengan peruntukannya.

“Untuk tahu secara pasti berapa orang yang wajib diberi beras sejahtera, dalam arti orang yang benar-benar hidupnya tidak mampu,” terangnya.

Santi, begitu sapaan akrabnya, mengatakan bahwa data masyarakat miskin di Kabupaten Jember saat ini berjumlah 178.350 KK.

“Nah jumlah itu akan dipastikan lagi melalui verivali ini yang akan dilakukan oleh para mahasiswa yang tersebar di 31 kecamatan,” tuturnya.

“Data tersebut setelah diverivali akan diupdate ke Pusat melalui sistem yang bernama SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation),” lanjutnya.

Dalam verivali ini, Santi menjelaskan bahwa akan ada questionaire berjumlah 14 item yang merupakan kriteria orang miskin dan tidak mampu berdasarkan ketentuan Kemensos.

“Di situ kami buat pertanyaan-pertanyaan kuantitatif sehingga bisa dijumlah,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu penerima beasiswa yang mendapatkan tugas verivali data keluarga miskin dan tidak mampu, Rosidatul Hasanah mengaku senang dapat membantu pemerintah.

“Senang juga kita bisa bantu Pemerintah Kabupaten Jember untuk menverivali masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan benar-benar berhak mendapatkan bantuan. Jadi tidak hanya kami menerima beasiswa namun juga mempunyai kewajiban dalam bentuk kepedulian sosial,” jelas mahasiswi IAIN Jember itu.

Reporter : Guntur/Eko
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here