Ribuan FPI dan AUMA Gelar Istighosah di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan

oleh -194 views
Suwasana Istighasah

PAMEKASAN, Senin (22/01/2018) suaraindonesia.news.com – Ribuan ummat Islam yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Ulama Madura (AUMA), menggelar istighosah di Lapangan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Senin (22/01).

Istighasah digelar dalam rangka ditutupnya tempat prostitusi, tempat dan karaoke di seluruh Bumi Gerbang Salam slogan Kabupaten Pamekasan.

Adapun tuntutan dalam acara tersebut, adalah pertama, mereka menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk menutup tempat prostitusi maupun tempat hiburan dan karaoke.

Kedua, meminta rumah kost yang tidak sesuai dengan Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 76 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan usaha pemondokan di tutup.

Ketiga, agar Perda (Peraturan Daerah) Nomor 3 Tahun 2015 tentang hiburan rekreasi dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 Tahun 2016 tentang hiburan untuk dicabut karena hanya menyuburkan praktik maksiat.

Plt Sekdakab Pamekasan, Mohammad Alwi menyampaikan, janji Wakil Bupati Pamekasan, Halil Asy’ari bahwa semua tempat hiburan di Kabupaten Pamekasan akan ditutup pasca penangkapan pelaku seks komersial (PSK) di Desa Poteh Kecamatan Galis Pamekasan.

Baca Juga: Kapolres Pamekasan Kunjungi Lapas Narkotika dan Lapas Kls IIA Pamekasan 

“Untuk persoalan ini sudah kami tindaklanjuti sebagai persoalan yang sangat emergensi, yang jelas seluruh tempat karaoke sudah kami lakukan penutupan mulai tanggal 19 Januari 2018 lalu,” Kata mantan Kadispenduk Capil.

Untuk memastikan semuanya sesuai dengan keinginan para tokoh ulama, Tim LPI yang sudah dibagi tugas kembali mengkroscek lokasi tempat hiburan tersebut.

Sementara itu, Ketua AUMA, KH Ali Karrar Sinhaji mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah karena telah menutup sejumlah tempat yang menjadi penyakit masyarakat.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah atas ditutupnya tempat prostitusi dan hiburan yang selama ini menjadi penyakit masyarakat,” katanya.

Sedangkan Panglima LPI Madura KH Abd Aziz Muhammad Syahid, didepan ribuan ummat dengan tegas menyatakan, bahwa perjuangan menegakkan kebenaran tersebut akan terus dilanjutkan, maskipun informasi yang disampaikan kepada para tokoh ulama’ semua tempat hiburan sudah ditutup.

“Kami sangat berterimakasih kepada pihak aparat dan pemerintah daerah atas ditutupnya semua tempat hiburan itu, namun apabila kedepan dari sekarang masih dibuka lagi, maka bagi sudah tidak ampun.” tegas Panglima LPI Madura

Selain menggelar istiqhasah acara tersebut juga dijadikan sebagai acara tasyakuran atas segala tuntutan yang sudah dipenuhi pemerintah.

Reporter : May-Ita-Sof
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan