JEMBER, Rabu (19/01/2022) suaraindonesia-news.com – Di tengah sulitnya petani mendapatkan pupuk subsidi, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur menginisiasi pembangunan pabrik pupuk organik sehingga diharapkan dapat menekan harga jual yang signifikan. Hal itu disampaikan Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU. dalam rapat koordinasi bersama dinas terkait dan akademisi di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (19/01/2022).
“Harganya mahal itu sudah dari zaman dulu seperti itu, nah ini harus kita sudahi permasalahan ini dengan membangun pabrik pupuk sendiri. Kalau kita punya pabriknya sendiri, kita pakai pupuk hasil produksi kita sendiri, ini luar biasa,” kata Bupati Hendy saat membuka rapat.
Apalagi sektor pendukung yang dimiliki Jember lengkap dan mumpuni, lanjut Bupati Hendy, salah satunya sebagai kota pendidikan dengan kampus terbanyak ketiga di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang, sehingga potensi Sumber Daya Manusia (SDM) ini lah menjadi penyokong kemajuan bagi Kabupaten Jember.
Dalam rapat koordinasi tersebut, tim akademisi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember menyampaikan hasil kajiannya untuk rencana pembangunan pabrik pupuk organik yang dicanangkan oleh Bupati Jember.
Dr. Ir. Nur Widodo, S.Pt., M.Sc. dari LP2M Universitas Jember menyampaikan, ada 5 kecamatan di Jember dengan populasi ternak sapi di atas 15.000 ekor sapi, sehingga kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Lima kecamatan itu di antaranya Gumukmas, Tempurejo, Silo, Sumberjambe dan Sumberbaru. Jika ditotal dalam sehari per kecamatan dapat menghasilkan hingga 80 ton kotoran sapi untuk diproses menjadi pupuk organik,” terang Nur Widodo.
Selanjutnya Bupati Hendy segera akan mematangkan untuk pembangunan satu pabrik pupuk organik terlebih dahulu sebagai percontohan. Dia menargetkan tahun 2022 ini sudah dapat berdiri pabrik pupuk organik milik Pemkab Jember.
Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












