Reporter : Nora/Luluk
Sampang, 31/8/2016 (Suaraindonesia-news.com) – DPRD Kabupaten Sampang menyatakan mendukung rencana Pemerintah menaikkan harga rokok. Ungkapan menarik itu, disampaikan anggota Komisi I DPRD Sampang, Syamsuddin. Dia menegaskan, sangat mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan harga rokok. Sebab, rokok sangat membahayan bagi kesehatan masyarakat.
“Selain itu, petani tembakau rugi besar karena harga tembakau saat ini murah dan hancur,” tandasnya.
Sementara itu, wacana kenaikan harga rokok terus menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat, bahkan mendapatkan perhatian serius dari petani tembakau di Kabupaten Sampang.
Mat Holil, petani tembakau asal Desa Karang Dalam mengatakan, kalau pemerintah ingin menaikkan harga rokok maka harus disertai dengan kenaikan harga tembakau.
Sebab, selama ini petani tembakau selalu merugi, karena harga hasil panen tidak sebanding dengan modal tanam. Ia menambahkan kalau saat ini harga jual tembakau hanya Rp 27 ribu per kilogram.
“Ya kalau harga rokoknya tinggi tapi harga tembakaunya tetap murah itu namanya membunuh petani,” tegasnya, Rabu (31/8/2016).
Ungkapan dukungan kenaikan harga rokok juga disampaikan Ketua LSM Gerakan Peduli Rakyat (Gapera) Sampang, Muh. Nora SE. Menurutnya, alasan dirinya setuju dengan rencana itu, karena untuk saat ini jumlah perkokok di usia 10 sampai 20 tahun cukup tinggi dan sangat mengkhawatirkan.
Sehingga, dengan kenaikan harga rokok ini diharapkan dapat menekan angka perokok di Indonesia yang jumlahnya sangat luar biasa.
“Karena dengan harga rokok yang cukup tinggi, diharapkan banyak perokok berpikir ulang untuk terus merokok dan akan berusaha berhenti merokok,” pungkasnya.
