Refleksi Untuk Generasi Muda Dalam Menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah

oleh -23 views
Ilustrasi

JEMBER, Kamis (21 September 2017) suaraindonesia-news.com – Peringatan tahun baru islam merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, mengintropeksi diri dengan segala sesuatu yang telah kita kerjakan selama sata tahun, karena dengan datangnya tahun baru ini menunjukkan bahwa umur kita semakin berkurang dan itu artinya maut semakin dekat.

Seperti yang dijelaskan di QS. Al Baqarah 155-157 bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan kembali ke hadapan Allah SWT.

Serta semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. QS. Luqman 61.

Oleh karenanya, jika melihat umur kita semakin berkurang mestinya setiap insan terutama muslim harus semakin mengurangi dosa kita dengan perbanyak tobat.

Semoga dengan sedilit refleksi di tahun baru hijriah ini menjadikan kita manusia yang selalu istiqomah, bersyukur atas segala nikmatNya sehingga selamat dunia dan akhirat, amin.

Baca Juga: Majelis Syura PBB Serukan Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam

Dalam Sejarah islam, tahun baru Hijriah diawali oleh peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW. Bersama Abu Bakar Ash-Shidiq RA. dari Mekah ke Madinah dalam rangka berdakwah untuk menegakkan agama Islam.

Dari Teguh Kasiyanto dalam Mari Berhijrah Hai Generasi Muda di Http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 38)
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disambut dengan meriah di kota Madinah, setelah sebelumnya beliau sempat singgah di sebuah daerah dan membangun masjid Quba. Di kota Madinah, Islam mulai merintis kemajuannya.

Di kota inilah titik balik perjuangan Islam berlangsung. Di kota ini pulalah sebuah konsep hidup saling berdampingan dengan umat beragama dibuat dan disepakati.

Setelah sebelumnya Islam mengalami keterkungkungan, di kota Madinah Islam mendapatkan sanjungan dan junjungan.

Sobat muda, Ada banyak hal yang dapat kita petik dari hijrahnya Rasulullah dari kota Mekah hingga kota Madinah. Hijrahnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah perpindahan tempat dari Makkah ke Madinah Al Munawarah.

Akan tetapi bagi kita generasi muda di abad ke-21 ini, tak perlu bagi kita untuk berpindah dari satu tempat menuju tempat yang lain.

Yang perlu kita lakukan adalah, berhijrah dari segala keburukan yang pernah kita lakukan, menuju sebuah tindakan amal kebaikan yang konsisten.

Baca Juga: Dosen FISIP Universitas Jember: Munir Sang Aktivis HAM Tak Pernah Mati

Kita harus keluar dari kepungan hawa nafsu. Kita harus dapat melepaskan diri dari keterkungkungan egoisme pribadi. Mari kita berhijrah…!!!
Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 100).

Mari sebagai generasi muda, kita juga berhijrah dari kebodohan menuju kecerdasan. Berhijrah dari kemaksiatan menuju kesunnahan. Berhijrah dari keangkuhan menuju keakraban.

Berhijrah dari emosional menuju sikap kesabaran. Hijrah adalah gerakan. Hijrah adalah perubahan. Hijrah bukanlah ajaran. Terorisme. Hijrah juga bukan ajaran kebencian. Tapi dengan berhijrah harusnya kita mampu membawa diri kita lebih baik lagi.(Eko)

Sumber terjemahan Ayat:
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *