Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

RDF Jadi Terobosan Energi Alternatif, Sumenep Mantapkan Langkah menuju Kabupaten Hijau

Avatar of admin
×

RDF Jadi Terobosan Energi Alternatif, Sumenep Mantapkan Langkah menuju Kabupaten Hijau

Sebarkan artikel ini
IMG 20251120 094544
FOTO: Pemkab Sumenep menjalin kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

SUMENEP, Kamis (06/11) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), Pemkab Sumenep resmi bekerja sama dalam pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif hasil olahan sampah. Kerja sama tersebut ditandai dengan pengiriman perdana sebanyak 24,1 ton RDF yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (6/11/2025).

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan dan ramah industri. RDF merupakan bahan bakar substitusi batu bara yang dihasilkan dari pengolahan sampah rumah tangga maupun industri.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa pemanfaatan RDF menjadi langkah strategis dalam menangani persoalan sampah serta mendukung kemandirian energi daerah.

“Ini bukan hanya soal mengelola sampah, tetapi juga tentang masa depan lingkungan dan generasi kita. RDF adalah bukti bahwa sampah bisa menjadi sumber energi bernilai,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sumenep mendorong pengembangan program tersebut menjadi sistem pengelolaan sampah terintegrasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Kami berkomitmen memperkuat fasilitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah. Ini untuk mewujudkan ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi banyak pihak,” tambahnya.

Direktur Operasi PT SBI, Edi Sarwono, menuturkan bahwa RDF dari Sumenep akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti sebagian batu bara di Pabrik Semen Tuban. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk sinergi antara industri dan pemerintah daerah dalam menekan emisi karbon.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa sampah bukan beban, melainkan potensi energi. RDF membantu mengurangi limbah, menekan emisi, dan mendukung proses produksi semen yang lebih ramah lingkungan,” kata Edi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program RDF di Sumenep dapat menjadi contoh bahwa inovasi lokal mampu memberikan kontribusi luas pada upaya lingkungan berkelanjutan di tingkat nasional.

Baca Juga :  Program Seragam Gratis di Sumenep Semrawut! Disdik tak Berkutik, Pemenang Tender Digelitik

Upaya ini menjadi bagian dari transformasi Sumenep menuju “kabupaten hijau”, dengan pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya berhenti di tempat pembuangan akhir, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah sebagai sumber energi bagi masyarakat dan industri.