Reporter: Anam/Rozak
Bangkalan, Suara Indonesia-News.Com – Dalam rangka meminimalisir terjadinya penularan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) Pemerintah Kabupaten Bangkalan Melalui Dinas Kesehatan UPT Puskesmas Tanah Merah gelar Pelatihan pada dua puluh enam kader Jumantik dari 13 desa yang berstatus Endemis dari total 23 desa se kecamatan Tanah Merah di Aula Puskesmas setempat, Senin (21/12/2015).
Moh Toha selaku Kepala Puskesmas Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur Menyampaikan pada media ini bahwa kegiatan tersebut diadakan dalam rangka persiapan untuk penanggulangan DBD mengingat dalam tiga tahun terakhir ke tiga belas desa tersebut merupakan desa yang termasuk rawan terserang kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) atau berstatus Desa Endemis.
“pelatihan Kader Jumantik ini merupakan kader khusus untuk penanggulangan penyakit demam berdarah mas,” tutur Toha.
Dari Ketiga belas desa tersebut antara lain ialah Desa Landak, Dlambah Dejeh, Rongduring, Dlambah Laok, Kranggan Barat, Kendaban, Mrecah, Buddan, Poter, Pettong, Patemmon, Batangan dan Basanah.
“Diharapkan setelah selesai pelatihan ini semua kader bisa action untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PNS) Dengan cara 3 M Membakar, Menutup, serta Menimbun sampah disekitar juga ada plusnya mas yakni memberi ikan hias dibak mandi, memberi abate atau sejenis obat mematikan jentik ditiap-tiap sumber air, Saat tidur harap Pakei klambu. Bakar obat nyamuk dan lain sebagainya” jelas Toha disela-sela jam kerjanya.
Sedangkan secara umum tujuan diadakannya pelatihan tersebut harapan dari Toha selaku kepala Puskesmas Tanah Merah yakni mampu menekan angka kejadian DBD diwilyah kerja puskesmas Tanah Merah.












