Ratusan Sapi di Sumenep Terjangkit Wabah Misterius, Warga Sebut Wabah Siluman - Suara Indonesia
BeritaKesehatanPeristiwa

Ratusan Sapi di Sumenep Terjangkit Wabah Misterius, Warga Sebut Wabah Siluman

×

Ratusan Sapi di Sumenep Terjangkit Wabah Misterius, Warga Sebut Wabah Siluman

Sebarkan artikel ini
IMG 20241230 225427
Foto: Salah warga yang hendak menjual sapainya yang terjangkit wabah misterius sebelum parah. (Foto: Ari/Suara Indonesia).

SUMENEP, Senin (30/12/2024) suaraindonesia-news.com – Ratusan sapi milik warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terdampak wabah penyakit misterius dalam beberapa bulan terakhir.

Total ada sekitar 150 ekor sapi yang terkena dampak wabah ini mati, dan sebagian lainnya terinfeksi namun dijual murah sebelum mati.

Fadili, salah satu warga Desa Prancak, mengatakan bahwa wabah ini menyerang tiga dusun, yaitu Dusun Tegal Barat, Dusun Bile Mabup, dan Dusun Pandian Daya.

“Setiap hari ada dua ekor sapi yang mati di tiga dusun itu,” ujar Fadili, Senin (30/12).

Ia menjelaskan gejala awal wabah ini ditandai dengan keluarnya busa dari mulut, hilangnya nafsu makan, dan munculnya cairan dari hidung sapi.

“Kami menyebut ini wabah siluman karena sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang turun langsung untuk melakukan investigasi,” tambahnya.

Menurutnya, warga terpaksa menjual sapi-sapi yang terinfeksi dengan harga yang sangat rendah. Anak sapi (pedet) dijual seharga Rp 300 ribu, sementara sapi dewasa dihargai minimal Rp 3 juta.

“Kami tidak punya pilihan lain selain menjual sapi-sapi yang sakit. Kalau dirawat, kondisinya malah semakin parah karena kurangnya informasi terkait penyakit ini,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah serius untuk menangani wabah ini, dan meminta agar dinas terkait segera turun tangan sebelum situasi semakin memburuk.

“Kami butuh akses bantuan dan investigasi dari dinas terkait untuk mengetahui penyebab pasti dan bagaimana mengatasinya,” ujar Fadili.

Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, drh. Zulfa mengatakan akan segera mengirim tim petugasnya kelokasi.

“Biar nanti mengkonfirmasi Kapeternaknya lansung,” ucapanya saat dikonfirmasi lewat via WA.