Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Asal Kota Probolinggo Kembali Ke Pondok

oleh -189 views
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, lepas ratusan Santri Nurul Jadid Paiton asal kota Probolinggo kembali ke Pondok.

PROBOLINGGO, Sabtu (11/7/2020) suaraindonesia-news.com – Ratusan santri putra Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Paiton asal Kota Probolinggo dan sekitarnya yang akan kembali ke pondok, dilepas secara seremonial oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Pelepasan dilaksanakan di RS Nahdatul Ulama (RSNU) jalan Mastrip kota Probolinggo, Jawa Timur. Sabtu (11/7) siang.

Agar tidak berbondong-bondong ke pondok yang berlokasi di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo itu, semua santri diantar secara rombongan dengan kendaraan milik NU dan Pemerintah Kota Probolinggo.

Sebelum para santri masuk kedalam kendaraan, semua bawaan dan tas para santri disemprot dulu dengan cairan disifektan oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk mematikan virus.

“Pelepasan semacam ini diharapkan dapat menghindari kerumunan di pondok dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok,” kata Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengawali sambutannya.

Kepada wali santri dan santri, wali kota mengimbau saat mengirim ke pondok jangan hari Jumat dan melakukan salat Jumat disana.

“Bukan karena apa, semata-mata demi menjaga lingkungan pondok betul-betul clear tidak ada virus. Itu harapan saya. Memang belum terbiasa dan belum pernah menghadapi seperti ini, tapi perlu dipahami untuk kebaikan semuanya,” imbaunya.

Di pondok, lanjut wali kota, santri menuntut ilmu dan menjadi harapan keluarga. Selama kembali ke pondok santri diharapkan semangat belajar, menjalankan protokol kesehatan. Saat keluar lingkungan pondok harus bisa menjaga diri. Jangan sampai lengah dan menjadi penyebab penularan Covid-19 di lingkungan pesantren.

Ia pun berpesan kepada wali santri, apabila ada acara kecil di rumah, wali santri supaya tidak menjemput kecuali darurat. Wali santri tidak usah repot-repot mengirim barang, jika butuh uang cukup mengirim uang saja.

“Ayo bersama-sama di situasi seperti ini harus bisa memahami. Harus punya pikiran menahan diri supaya tidak menjadi penyebab,” tutur wali kota yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Habib Hadi ini.

Wali Kota Habib Hadi pun menyemangati mereka. Kondisi ini sudah biasa terjadi saat santri libur panjang dan berkumpul dengan orangtua serta keluarga.

“Orang tua pasti kehilangan tapi tunjukkan bahwa kalian bisa membanggakan orangtua. Bisa membuat orangtua tersenyum. Perpisahan memang berat tapi suatu keharusan orangtua memberi bekal agama bagi anaknya. Karena orangtua ingin anak lebih baik dari orangtuanya,” pesan Habib Hadi.

Jangan punya pikiran dipaksa mondok karena orangtua tidak sayang. Justru karena sayang orangtua ingin memberi bekal agama.

“Semangat ya, semoga diberi kelancaran dan kesuksesan sehingga membuat orangtua tersenyum bangga di dunia dan akhirat,” pungkas orang nomor satu di kota probolinggo ini.

Pelepasan ratusan santri hari ini juga dihadiri alumni sepuh Nurul Jadid Kiai Al Qof dan alumni lainnya, seperti anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Umil Sulistyoningsih.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *