ACEH UTARA, Selasa (30/07) suaraindonesia-news.com – Dugaan penjualan ratusan buku sebagai salah satu inventaris sekolah di SMA Negeri 1 Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara gempar. Pihak sekolah membantah keras dan menyebutkan isu terkait adalah fitnah.
Rentetan isu menyebutkan dugaan penjualan ratusan buku mata pelajaran di SMAN terkait menyebar luas. Penjualan buku-buku terkait dimuat dalam mobil barang pick-up Grand Max.
Tak tanggung-tanggung salah satu informasi jurnalistik menyebutkan bobot barang berupa buku-buku perpustakaan keluaran tahun 2024 tersebut mencapai 3 ton.
Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara, Khairuddin S.Pd, M.Pd yang ditemui wartawan diruang kerja, Selasa (29/07/2025) membatah bahwa pihaknya menjual sejumlah buku perpustakaan terkait sebagaimana diisukan, ia malah berdalih tidak mengetahui kejadian tersebut.
“Kalau soal penjualan buku itu saya tidak berkomentar. 3 ton itu tidak logis,” katanya.
“Itu tidak benar dan itu hanya fitnah ke sekolah kami. Jika saya kumpulkan seluruh buku yang ada disekolah ini tidak mencapaipun 3 ton,” tambah Khairuddin didampingi dua orang gurunya.
Sebelumnya, wakil kepala sekolah bidang ke siswa sempat menuturkan, bahwa lingkungan sekolahnya tersebut kerap digenangi banjir, sehingga banyak buku disekolah itu terimbas banjir. Selain itu, ia mengakui, banyak buku yang dimusnah dengan cara dibakar dengan alasan tidak layak pakai lagi.
“Kami tidak tau persoalan penjualan jualan menggunakan pick up. Tapi kami pernah membakar tumpukan buku yang sudah tidak bisa dipakai lagi, karena bau apek terendam banjir,” ujar Wakasek Bidang Kesiswaan, Faisal seraya memperlihatkan dokumentasi pembakaran di androidnya.
Lagi dan lagi, kepala Cabang Dinas Pendidikan di Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd, M.Pd terkesan alergi dihubungi wartawan. Ia enggan memberikan komentar terkait hal tersebut, namun diketahui atas penyampaian kepala sekolah terkait, diri sempat melakukan observasi ke sekolah itu untuk memastikan kabar dugaan penggelapan inventaris buku oleh pihak sekolah.
Dengan nada cetus kepada wartawan menjadi dengan singkat, “Itu tidak benar,” sesuai kutipan chat Cabdin.
Informasi yang dihimpun wartawan, dugaan penjualan buku muncul, setelah mencuat informasi yang menyebutkan pihak sekolah menjual atribut sekolah yang bersangkutan melalui koperasi sekolah terkait. Diketahui, setiap siswa diwajibkan memenuhi standar pendidikan siswa SMAN 1 Matang Kuli, dengan menggunakan uniform lengkap atribut.
Atribut-atribut itu meliputi, keterangan kelas yang dipasang dilengan siswa, simbol sekolah, dasi dan jelbab dengan harga Rp130ribu persiswa. Sedikitnya, tahun ajaran 2025 sebanyak 161 siswa baru yang terdaftar.













