Raperda Bangunan dan Gedung, Tunggu Keseriusan Eksekutif

Suara Indonesia-News.Com, Kota Batu – Raperda bangunan dan gedung di Kota Batu terancam molor. Itu diakibatkan karena masih menunggu Tim Ahli Bangunan dan Gedung ( TABG ), serta Kelompok Kerja ( Pokja) dari eksekutif, ” ungkap Ketua Pansus Raperda Bagunan dan Gedung DPRD Kota Batu, Dedy Irfan Alwani, di kantornya, Selasa, (10/03/2015).

Menurutnya, harus dilibatkannya  TABG serta Pokja dari eksekutif itu setelah pansus melakukan kunjungan kerja diberbagai daerah. Di Bali, kata Dedy, bangunan gedung disana tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa, ” tandasnya.

Lain lagi dengan di Solo, Surakarta,  kata legislator Demokrat ini, disana,  bangunan diatur tidak boleh lebih tinggi dari Keraton Siti Inggil (bangunan Keraton).

Di Kota Batu sendiri, kata dia, akan menyesuaikan dengan kearifan lokal, khas arsitektur dan batasan ketinggian yang akan di atur sedemikian rupa, artinya, kata dia, Perda akan diatur sesuai dengan kontur wilayah kita, banyak lokasi curam, tanah gembur ( lunak), serta jalanan yang sempit.

Selain itu, kata Dedy, akan mempertimbangkan juga dengan ciri khas alam wisata Kota Batu, yang notabene terkenal dengan keindahan alamnya.

Dedy menambahkan, prediksi kami, raperda itu tidak jauh dari batasan ketinggian yaitu 18 meter atau sekitar 6 sampai 8 lantai,” pungkasnya. (kurniawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here