Raja Ampat Jadi Tuan Rumah Raker Bupati dan Walikota Se-Papua Barat

Pembukaan Raker Bupati dan Walikota Se Provinsi Papua Barat Tahun 2018 di Gelar di Gedung Graha Pari, Distrik (Kecamatan) Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (20/03/2018).

RAJA AMPAT, Rabu (21/03/2018) suaraindonesia-news.com – Kabupaten Raja Ampat
mendapatkan kepercayaan menjadi penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua Barat Tahun 2018.

Raker kali ini menyusun tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik dan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Serta Revitalisasi Nilai Dan Budaya Kerja Yang Jujur Bersih Dan Inovatif Disetiap Jenjang Birokrasi” kegiatan tersebut digelar di Gedung Graha Pari, Distrik (Kecamatan) Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (20/03) pukul 09:30 waktu setempat.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Raker.

“Atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat datang di Bumi Bahari Raja Ampat, salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Barat yang memiliki potensi Pariwisata yang mendunia serta kekayaan sumber daya kelautan, perikanan dan keanekaragaman hayati terunik di dunia,” kata AFU.

Dijelaskannya, Raja Ampat terdiri atas 24 (dua puluh empat) Distrik (Kecamatan), 117 (seratus tujuh belas) Kampung dan 4 (empat) Kelurahan memiliki 2713 (dua ribu tujuh ratus tiga belas) Pulau Besar dan Kecil. Kurang lebih 80% (persen) wilayahnya Perairan/Laut dan hanya kurang lebih 20% wilayahnya daratan, dan hampir 96% wilayahnya ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai zona cagar alam dan konservasi, sehingga menjadi tantangan yang unik dalam pelaksanaan proses pembangunan.

Menurutnya, selain memiliki wisata yang mendunia, Raja Ampat juga menjadi satu simpul peradaban leluhur yang dibangun dan ditenun dalam bingkai multikulturalisme, dan juga memiliki latar belakang yang unik dan khas, masyarakatnya menjunjung tinggi peradaban yang toleran, damai, sejuk, aman dan nyaman.

“Karena itu, Raja Ampat tidak saja menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga menjadi obor yang terus menyalakan kedamaian, sukacita di seluruh Tanah Papua,” tuturnya.

AFU juga mengungkapkan, dalam kurun 15 (lima belas) tahun, Kabupaten ini berdiri, sejak saat itu pula Pemerintah dan masyarakat bersatu padu, Bersama-sama saling bahu membahu bangkit, bergerak membangun dan mengejar tujuan mulia kami, yaitu mensejahterakan dan memakmurkan seluruh masyarakat di Negeri para Raja ini, ungkapnya.

Bupati AFU juga, memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Papua Barat.

“Meskipun sangat padat agenda tugas beliau, tetapi tetap berkenan hadir di salah satu agenda penting Provinsi Papua Barat. Ini menandakan adanya perhatian khusus dari Gubernur terhadap Kabupaten Raja Ampat,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam sambutannya menyampaikan, Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, telah mengalami perkembangan yang dinamis. Dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Tentang Pemerintah Daerah yang diharapkan dapat sejalan dan sinergi dengan Undang-undang Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Dikatakannya, Pelaksanaan Nawa Cita Ke-2 (dua) Presiden Republik Indonesia, yaitu Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada Institusi Pemerintahan melalui Reformasi di segala bidang, terutama pada Organisasi Birokrasi dari Pusat sampai ke Daerah.

“Pada kesempatan ini pula, perkenankan saya menyampaikan beberapa permasalahan dan isu strategis untuk menjadi perhatian para peserta Rapat Kerja, yaitu mensinergikan kebijakan dan Program Bupati/Walikota yang di tuangkan dalam Ranstra da RPJMD Kabupaten/Kota dengan Ranstra dan RPJMD Provinsi Papua Barat dalam kurun waktu 5 (lima) Tahun masa kepemimpinan,” katanya.

Gubernur meminta, dalam menyusun kebijakan dan Program Strategis di Masing-masing
Kabupaten/Kota agar di upayakan mengurangi angka kemiskinan melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat.

“Dan meminta Kabupaten/Kota dan Provinsi, melalui OPD yang setara urusan konkuren maupun urusan pilihan agar bersinergi, terutama dalam pemanfaatan Dana Otonomi Khusus dan Implementasi kewenangan yang tercantum dalam Undang-Undang Otonomi Khusus. Hal-hal lain yang berkembang dalam Rapat Kerja ini, agar di desain secara baik untuk ditindak lanjuti sesuai kewenangan Masing-masing tingkatan Pemerintahan,” jelasnya.

Selain itu juga, Gubernur menyampaikan, terkait hasil tindak lanjut Rekomendasi Raker Bupati dan Walikota Tahun 2017 yang lalu di Kabupaten Manokwari.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat telah memfasilitasi Penyelesaian penegasan Batas Administrasi Pemerintahan, yaitu 6 (enam) segmen sampai pada tahap rancangan Permendagri, antara Kabupaten Maybrat, Tambrauw, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Manokwari Selatan dan Kabupaten Pegunungan Arfak,” terangnya.

Selanjutnya Kabupaten/Kota yang lain, dengan 17 (tujuh belas) segmen akan difasilitasi pada tahun 2018 ini, tutur Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

“Untuk itu agar Bupati dan Walikota dapat memberi dukungan serta kesediaan duduk bersama, untuk menyelesakannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat juga telah melaksanakan tahapan pengalihan PNS, Guru SMA/SMK, Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK) beserta Sarana dan Prasarana.

“Sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan sebagai tindak lanjut Undang-Undangan Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Organisasi Perangkat Daerah, dan banyak lagi hal lainnya yang perlu dibahas dalam Raker ini,” tambahnya.

Tak lupa, Gubernur menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat bersama DPRD beserta jajaran Pemerintahan serta masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.

“Yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan Raker Bupati dan Walikota se Provinsi Papua Barat Tahun 2018. Harapan saya kepada peserta agar mengikuti kegiatan Raker ini dengan baik, dan saya mengajak kita semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berjalan tertib, aman, lancar dan dapat menghasilkan keputusan yang konstruktif dan solutif serta di implementasikan di daerah masing-masing,” tandasnya.

Usai sanbutan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan membuka dengan resmi Raker tersebut, yang ditandai dengan pemukula tifa sebanyak tiga kali. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada 6 daerah, yaitu Kabupaten Sorong,Kota Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Pegununga Arfak, Kabupaten Teluk Wondama, setelah itu penandatanganan berita acara.

Pantauan media ini, Raker itu dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, Ketua DPRD Papua Barat, Pieter Kondjol, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Yoppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol.Rudolf Alberth Rodja, Kajati Papua, Sugeng Purnomo, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, Aspot Maritim Lantamal XIV/Sorong, Kolonel (Marinir) Jayus, para peserta Raker Bupati dan Walikota se Provinsi Papua Barat, yaitu Bupati Kabupaten Raja Ampat, Bupati Kabupaten Sorong, Walikota Sorong, Bupati Fak-Fak, Bupati Kaimana, Bupati Teluk Bintuni, Bupati Manokwari, Bupati Manokwari Selatan, Bupati Sorong Selatan, Bupati Teluk Wondama, Bupati Tambrauw, Bupati Maybrat, Bupati Pegunungan Arfak dan pejabat lainnya serta rombongannya dan tamu undangan lainnya.

Deklarasi Anti Hoax Sebagai penutup acara Pembukaan Raker Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua Barat Tahun 2018 yang digelar di Raja Ampat.

Reporter : Zainal La Adala
Editor : Amin
Publisher : Iamam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here