BLORA, Kamis (3/5/2018) suaaraindonesia-news.com – Talud atau penahan tanah Bengawan Solo di Desa Gadon, Kecamatan Cepu, longsor hingga ke badan jalan, Rabu (14/3). yang Lalu yang mengakibatkan Kondisi ini memicu Jembatan penghubung antara Desa Gadon dan Ngloram terancam terputus. Padahal, bangunan tersebut baru selesai dibangun akhir 2017 lalu. Sampai saat ini Kamis (3 Mei 2018) Jembatan tersebut belum ada penanganan atau solusi dari pemerintah Daerah.
Alwi (64) ketua RW 2 Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Kabupaten, Blora povinsi Jawa Tengah yang juga mantan Kepala Desa Gadon Ini Ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa pasca kejadian warga gadon was was akan terjadi longsor lagi bila tidak segera ditangani.
“Karena jalan tersebut merupakan satu satunya jalan Penghubung Dua Desa di kecamatan Cepu,” katanya.
Saat alwi ditanya, Apakah sejak putusnya jembatan ini masyarakat Gadon merasa rugi.
Dirinya menyampaikan bahwa Yang Pertama: masyarakat gadon mayoritasnya adalah Petani sebentar lagi Panen ini juga sangat mempengaruhi transportasi efeknya bisa mempengaruhi anjloknya harga gabah.
Karena truk pengangkat gabah yang biasanya lewat jembataan ini harus berputar jauh yakni berputar melalui akses jalur barat jalan jalur kecamatan kedungtuban.
“Yang Kedua: Kami kuatir, jika turun hujan sedangkan putusnya jembatan saat ini akses air yang ke bengawan Solo Tertutup di gunakan sebagai fungsi Jalan pertolongan dan yang Ketiga: sedangkan dua warga yang tanahnya digunakan sebagai jalan pertolongan Sering Komplin. yakni dua orang warganya atas nama Riman dan masiran kwatirnya kalau tanahnya ditutup lantas warga kita harus lewat mana,” ungkapnya.
Semoga pemerintah cepat mempunyai Solusi agar warga Gadon dan Ngloram Memiliki Jembatan.
Sementara itu Sam Gautama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ketika dikonfirmasi media ini menyampaikan dirinya tidak mengetahui persoalan Kaitanya Jembatan Penghubung dua Desa Ngloram dan Desa Gadon Sebagai Jalur Utama. “Coba hubungi pak teguh ya,” ucapnya singkat.
Selanjutnya Teguh Wiyono Kepala Bidang Bina Marga wilayah II Menyampaikan Bahwa yang berkaitan Dengan Jembatan Penguhubung dua Desa tersebut mengatakan jika sudah tidak ada lagi anggaran.
“Rencana akan kita split kan dari anggaran pembuatan ruang lapangan Terbang sedikit Untuk Membuat Jembatan, tapi Mungkinkah itu yang menjadi pertanyaan kita,” ucapnya.
Ia katakan bahwa jembatan itu bukan tanggung jawab Dinas PUPR karena yang menyebabkan Erosi adalah dampak gerusan Sungai bengawan Solo.
“Jadi sementara waktu, kami sudah menyuruh mengguruk sama pihak kontraktor lama,” terangnya.
Ketika ditanya apa solusi pemerintah Daerah terkait dengan Jembatan Penghubung dua Desa antara Desa Ngloram dan desa Gadon. Ia jawab jika kabupaten untuk membuatkan Jembatan tersebut anggarannya juga besar dan sudah di hitung anggarannya kurang lebih 20 Milyar.
Namun ia mengaku saat ini sedang mencari Win win Solusi dan usaha terobosan di Balai Besar Bengawam solo.
Reporter : Lukman
Editor : Agira
Publisher : Imam












