Pupuk Bersubsidi Sulit Didapatkan Petani di Kesesi Kabupaten Pekalongan

Areal persawahan di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

PEKALONGAN, Rabu (26/6/2019) suaraindonesia-news.com – Pupuk bersubsidi akhir-akhir ini sulit didapatkan oleh para petani di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kendati sejumlah agen masih menyediakan pupuk, namun petani harus membeli kemasan per kilo, sehingga harganya lebih tinggi dari per kuintal.

Tidak hanya itu, petani juga kesulitan dalam mendapatkan air irigasi. Buntutnya, beberapa petani harus menyedot air menggunakan pompa, dan tentu biayanya akan bertambah.

Rasman, petani asal Kesesi mengatakan, biaya yang dikeluarkan petani untuk musim ini lebih mahal dari biasanya. Apalagi untuk mengaliri sawah, petani harus mengeluarkan setidaknya Rp 100 ribu.

“Kalau punya pompa sendiri enak, bisa hemat 50 persen, tapi jika nggak punya biaya bisa dua kali lipat. Belum lagi pupuknya sulit didapat,” jelasnya.

Akhirnya demi menekan biaya, petani tidak memakai BBM untuk pompa air dan menggantinya dengan gas 3 kilogram.

Senada dengan itu, Khaerudin, petani Desa Langensari, Kecamatan Kesesi mengungkapkan, saat ini pupuk sulit didapat. Terlebih pedagang kini mengubah kemasan pupuk menjadi ukuran 5 kiloan.

“Harga urea sekarang ukuran satu kuintal Rp 260 ribu. Tapi di toko hanya ada 5 kilogram, jadi harganya lebih mahal,” paparnya.

Ia menambahkan, sebelum itu harga pupuk per kantong ukuran 50 kilogram Rp 115 ribu.

“Ini sudah masuk masa pemupukan kedua, tapi mencari pupuknya benar-benar susah,” imbuhnya.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here