Puluhan Personel Banser Bantu Perbaikan Rumah Korban Kerusuhan

oleh -55 views
Puluhan personel Banser kompak perbaiki rumah korban kerusuhan.

SITUBONDO, Kamis (13/8/2020) suaraindonesia-news.com – Masih seputar tragedi kerusuhan yang terjadi di dua Desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Empat hari pasca kerusuhan, suasana di dua TKP yang menjadi sasaran perusakan oknum anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo, berangsur angsur mulai membaik.

Meskipun, masih ada beberapa rumah dan tempat usaha milik warga yang masih dibiarkan dalam kondisi rusak. Namun, aktivitas masyarakat sekitar mulai pulih dan berjalan normal.

Untuk membantu meringankan beban para korban ini, puluhan personel dari Banser Situbondo dikerahkan ke dua lokasi kejadian untuk mengawali perbaikan rumah dan tempat usaha yang rusak, Kamis (13/8/2020).

Dipimpin oleh Wakasat Banser Situbondo, M Anshori, mereka membantu warga melakukan perbaikan kerusakan rumah dan tempat usahanya. Khususnya para korban yang terbilang kurang mampu.

“Pada hari ini, ada 21 personel Banser yang kami terjunkan ke lokasi. Kami melakukan bakti sosial membantu memperbaiki rumah atau tempat usaha warga yang rusak,” kata Wakasat Banser Situbondo, M Anshori saat ditemui di lokasi.

Pengamatan di lapangan menyebutkan, puluhan personel Banser yang diterjunkan ke lokasi tampak bahu membahu. Mereka terlihat sangat kompak memperbaiki kerusakan sejumlah rumah dan tempat usaha warga yang rusak.

Terutama warung-warung kecil yang juga jadi sasaran perusakan. Usai diperbaiki, warung yang sempat berantakan itu langsung dicat hingga terlihat seperti baru dan menarik.

“Dana yang kami gunakan ini semua hasil swadaya. Selain membantu perbaikan, kami juga siap jika dibutuhkan aparat keamanan melakukan penjagaan. Jangankan siang, malam pun kami siap,” tegas Anshori.

Meski begitu, hingga saat ini masih ada tempat usaha warga yang dibiarkan rusak. Kalaupun ada yang diperbaiki, namun banyak yang masih ala kadarnya. Di antaranya, dengan menutupkan triplek atau seng pada bagian jendela yang kacanya pecah, dan sebagainya.

“Ini tempat usaha anak saya, jual pakaian. Belum diperbaiki karena belum ada uang. Rolling door ini agak mahal. Sementara usahanya ya tutup. Semoga ada bantuan,” kata Basriyani, salah seorang korban di lokasi.

Tak hanya rumah dan tempat usaha saja. Dua mobil yang dirusak massa juga masih dibiarkan teronggok di halaman rumah warga, di Desa Kayuputih Kecamatan Panji. Kondisi kaca dua mobil jenis Agya dan Carry itu masih banyak terlihat pecah.

“Kalau soal trauma, ya tentu masih ada. Khususnya menjelang malam kalau sudah mau tidur, masih saja teringat atas kejadian itu. Jadi tidak bisa langsung nyenyak,” sambung ibu dari Erwaningsih dan Siti Salihah itu.

Reporter : Ugik
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *