Puluhan Keluarga Korban Maurid Frasawi Datangi Polres Sorong Selatan

oleh -53 views
Puluhan keluarga korban almarhum Maurid Frasawi saat mendatangi kantor polres Sorong Selatan untuk meminta kepastian hukum terhadap pelaku pembunuhan.

MAYBRAT, Selasa (15/12/2020) suaraindonesia-news.com – Puluhan keluarga korban datangi polres Sorong Selatan, Minggu (13/12), kedatangan mereka untuk meminta kepastian hukum terhadap penetapan tersangka kasus pembunuhan terhadap almarhum Maurid Frasawi pada tanggal (26/11/2020), bertempat di Kampung Faitsawe, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.

Puluhan massa yang datang diterima langsung Kapolres Sorong Selatan AKBP Sahat MH Siregar dihalaman Mapolres.

Saat dikonfirmasi, Simon Kocu selaku pelapor mengatakan pihaknya mengatakan merasa kecewa karena ia sebagai pelapor dalam kejadian tersebut namun tidak dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

“Data yang ada dipolisi itu adalah data rekayasa oleh pihak penyelidik, alasannya kenapa?, pada saat itu saya antar jenazah korban dari kampung Faitsawe ke rumah sakit umum Sorong Selatan, kemudian saya langsung ke polres laporkan kasus tersebut, kemudian dia saya kembali ke rumah sakit bersama keluarga antar jenazah korban kembali ke Maybrat,” ujar pelapor Simon Kocu.

Ia selaku pelapor mengaku tidak pernah dipanggil oleh pihak penyidik polres Sorong Selatan untuk memberikan keterangan, maupun menyampaikan siapa saja sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Kok semua itu tidak ada, selain itu juga, polres Sorong Selatan turun ke TK untuk mengolah data, atau minta saksi tambahan untuk memperkaya penyidik untuk bisa menetapkan tersangka,”bujar Simon.

Sementara itu Pilipus Fanataf selaku keluarga korban mengaku tidak puas dengan hasil penyelidikan dan penetapan terhadap 1 tersangka pelaku pembunuhan terhadap Maurid Frasawi.

“Kasus pembunuhan berencana ini murni dilakukan oleh sejumlah oknum yang sudah merencanakan bukan satu orang tersangka saja, sedangkan mereka yang ikut sama -sama merencanakan dari tempat kejadian perkara (TKP) awal, kemudian mereka gunakan kendaraan Dinas milik Pemda Maybrat ke TKP, ke dua Faitsawe untuk melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya korban, siapa saja yang menfasilatasi kendaraan, siapa saja yang ada bersama dalam mobil itu, ko tidak ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Pilipus Fanataf.

Pilipus Fanataf meminta polisi harus memanggil saksi tambahan yang lain untuk dimintai keterangan demi memperkaya laporan tersebut bukan mengambil data sepihak .

“Sampai saat ini juga kami pihak korban tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan tentang perkembangan kasus tersebut oleh kasat Reskrim polres Sorong Selatan,” tandas Fanataf.

Pelipus Fanataf minta kepada Kapolda Papua Barat segera mencopot jabatan kapores Sorong Selatan, kastat Reskrim polres Sorong Selatan dan juga penyidik polres Sorong Selatan.

“Kemudian mereka harus dimutasi keluar dari Papua,” tutup Pilipus Fanataf.

Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, Kapolres Sorong Selatan AKBP Sahat MH Siregar mengatakan bahwa masalah ini sedang dalam penanganan pihaknya.

“Kami sedang tangani, dan untuk sementara ini kami menetapkan 1 sersangka sesuai dengan peran masing-masing, dan ketiga orang lainnya belum memenuhi unsur Pidana sehingga kami menetapkan mereka sebagai wajib lapor,” katanya.

Menurutnya, untuk masalah ini, pihaknya masih membutuhkan saksi tambahan dari pihak korban sebab ada beberapa saksi yang saat ini masih dalam penyelidikan bisa saja ditetapkan sebagai tersangka.

Reporter : Ones
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *