Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas, Desak Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Segera Ditangkap

oleh -53 views
Puluhan jurnalis menggelar aksi solidaritas yang kedua kalinya di area selatan bundaran Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa timur.

PAMEKASAN, Senin (29/03/2021) suaraindoneia-news.com – Puluhan Jurnalis di Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), menggelar aksi solidaritas yang kedua kalinya di area selatan bundaran Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Korlap aksi, Miftahul Arifin menyampaikan, Aksi solidaritas sambil membawa poster dan berorasi secara bergantian tersebut, mengutuk keras serta mendesak aparat Kepolisian Daerah Jawa timur, untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku kekerasan terhadap jurnalis tempo Surabaya yang mendapatkan penganiayaan saat liputan beberapa waktu yang lalu.

“Aksi yang ke duakalinya diiringi dengan teaterikal ini merupakan gambaran seseorang yang sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis, segala bentuk intimidasi terhadap para wartawan dan harus diusut tuntas tidak pandang bulu. Karena berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dan demokrasi,” kata Miftahul Arifin, Salah satu junalis di Pamekasan Sekalgus ketua AJP, usai menggelar aksi solidaritas. Senin, (29/03/2021).

Penganiayaan terhadap seorang jurnalis telah melanggar sejumlah aturan mulaidari UU 40/1999 tentang Pers, UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU 12/2005 tentang pengesahan konvensi hak sipil dan politik dan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengimplementasi Hak Asasi Manusia.

Menurut Miftahul Arifin atau sering dipangil Ipin, pelaku juga harus diberi hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus serta memastikan para pelaku mendapatkan hukuman sesuai peraturan hukum yang berlaku,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, jurnalis Tempo Surabaya, Nurhadi mendapatkan penganiayaan yang mengakibatkan dada sesak dan bibir robek, berawal saat dirinya hendak memastikan keberadaan seorang pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Sabtu (27/3) kemaren.

Nurhadi datang ke acara resepsi pernikahan anak dari pejabat tersebut di Gedung Samudra Bumimoro Surabaya. Namun, seorang diduga ajudan pejabat tersebut mendorong ke belakang gedung, dari sana terjadi penganiayaan dan sempat muncul ancaman pembunuhan.

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *