PT. Terminal Petikemas Surabaya Menandatangani MOU Dengan PT PLN

oleh -81 views

Reporter: Adhi

Surabaya, 23/08/2016 (suaraindonesia-news.com) – Sehubungan dengan kecenderungan semakin meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dimana di PT. TPS kebutuhan akan BBM untuk operasional peralatan bongkar muat sangat tinggi dan merupakan salah satu cost center yang cukup besar sehingga untuk efisiensi maka salah satunya dibutuhkan perubahan power supplay untuk CC dari diesel genset on board menjadi electric middle voltage. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik yang mampu mendukung operasional bongkar muat, PT. TPS menandatangani MOU dengan PT. PLN pada hari ini, Selasa 23 Agustus 2016 diwakili masing-masing Dothy dan Nur Syamsiah mewakili TPS serta Ardiansyah yang mewakili PLN.

Beberapa manfaat yang didapatkan dengan adanya perubahan power supplay CC dari diesel on board menjadi electric middle voltage adalah sebagai berikut :

1. Efiensi biaya bahan bakar sebesar 50% dari sebelumnya. Menggunakan diesel genset on board yaitu dari sekitar 2,77 liter solar per box (harga 1 liter solar industry diasumsikan Rp. 10.000)  menjadi sekitar 8,50 KWH listrik per box (harga listrik per KWH sekitar Rp. 1250).

2. Mengurangi emisi gas buang (CO2 emission) dan mengurangi kebisingan (Environment Issue).

3. Mengurangi frekuensi pemeliharaan pada CC, sehingga ketersediaan peralatan CC menjadi meningkat yang berujung pada meningkatnya layanan bongkar muat kapalLevel of Service.

4. Menghilangkan biaya untuk penggantian engine parts.

Dalam sambutannya Ardiansyah sebagai Manager Area PLN menyatakan bahwa pemasangan instalasi di TPS adalah yang tercepat yaitu 14 hari dari target 75 hari. TPS akan dipasok 5.540 KVA untuk mengoperasikan Container Crane di dermaga internasional dan domestic. Investasi yang dilakukan TPS untuk menyiapkan gardu distribusi dan perlengkapannya sebesar 60 milyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *