PT OKI Pulp Janji Bangun Pabrik Masker, Tuai Reaksi Aktifis

oleh -84 views
Saat perwakilan PT OKI Pulp akan serahkan puluhan dieijen cairan disinfektan.

OGAN KOMERING ILIR, Minggu (5/4/2020) suaraindonesia-news.com – sejumlah aktifis di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyayangkan terkait rencana pembangunan pabrik masker ditengah mewabahnya virus corona saat ini.

PT OKI Pulp and Paper mills akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) diwilayah Kabupaten OKI dengan membangun pabrik masker, rencana tersebut disampaikan Gadang Hartawan Head Public Affair PT OKI Pulp and Mills dihadapan wartawan saat konferensi pers dikantor BPBP OKI  saat menyerahkan bantuan 50 dirijend cairan disinfektan untuk membantu pencegahan virus corona diwilayah OKI beberapa waktu lalu.

Rencana pembangunan pabrik masker tersebut mendapat reaksi dari aktifis di OKI, Ahmad Samsir direktur Bende Seguguk Corruption Watch, mengatakan, sangat mengapresiasi bantuan cairan disinfektan dari PT OKI Pulp, namun rencana pembangunan pabrik masker sebaiknya dipertimbangkan lagi, karna kondisi penyebaran virus covid-19 khususnya di OKI saat ini dan mungkin dua atau tiga bulan kedepan memcapai puncaknya.

“Kalau OKI Pulp membantu masker dengan cara membangun pabrik masker yang pembangunan pabriknya bisa makan waktu dua atau tiga bulan kedepan. Kita khawatir nanti pabrik baru selesai dan mau memproduksi, sementara virus covid sudah habis atau punah. Jadi rencana itu cuma sia-sia belaka,” ujar samsir. Minggu (5/4).

Lebih lanjut ia menambahkan, kalau PT OKI Pulp serius berniat membantu yang dibutuhkan saat ini adalah apd (alat pelindung diri) dan alat ini sangat dibutuhkan tenaga medis dan apd ini diharapkan secepatnya terealisasi.

“Dengan cara oki pulp membeli langsung atau imfor dari luar bukan baru mau bikin pabrik,” ungkapnya.

Terpisah, Iwan Gondrong ketua LSM Gasak, mengatakan, PT OKI Pulp jangan “ke ge er an” dengam mempublis kehalayak ramai bahwa telah membantu 50 dirijen cairan disinfektan untuk pencegahan virus corona di OKI.

“Kalau kita lihat asset dan profit dari asset PT OKI Pulp yang merupakan pabrik kertas terbesar di asia, sumbangan itu belum memadai. Bandingkan dengan pengusaha kosmetik Ny Nurhayati Subakat pemilik wardah cosmetik yang menyumbangkan uang tunai Rp 40 miliar untuk membantu pemerintah dalam penangganan virus korona ditanah air,” urainya.

Iwan mengingatkan kepada PT OKI Pulp agar bantuan yang diberikan diharapkan sesuai dengan aset dan profit yang dimiliki, sebab kalau tidak maka Iwan khawatir bantuan 50 dirijen yang mengundang puluhan awak media kemarin hanya pencitraan belaka.

“Ditengah situasi bencana virus ini rakyat OKI tidak butuh pencitraan yang dibutuhkan bantuan nyata yang manfaatnya dirasakan oleh rakyat,” katanya.

Reaksi keras juga diungkapkan tokoh pemuda OKi yang juga ketua forum masyarakat OKI. Ferdiansyah, menyayangkan bantuan 50 dirijen disenfectan sangat tidak memadai nilai bantuan yang diberikan.

“Kita rakyat OKI tidak memaksa PT OKI Pulp mau nyumbang berapa tapi kalau melihat asset dan profit perusahaan pabrik kertas terbesar di asia dengan konsesi hti untuk bahan baku kurang lebih 500 ribu ha, sepantasnya PT OKI Pulp membantu rakyat OKI yang tengah ditimpa wabah virus corona itu setidaknya 5 milyar atau 50 miliar bukan dirijenan disenfectan,” ujar Ferdi

Ketua LSM Trap (Transparansi akuntabilitas Publik ) Pipin S. Juniar yang juga anggota tim monitoring dan evaluasi CSR OKI meminta pada gadang hartawan bahwa selain masyarakat OKI mengharapkan bantuan PT OKI Pulp terkait corona, pipin juga menggingatkan kepada pagadang  selaku ketua forum CRS PKBL OKI serta pengurus lainnya untuk mengingatkan kepada seluruh perusahaan di OKI agar dapat berperan aktif memberi kontribusi membantu pemerintah daerah dan rakyat OKI dalam hal penangganan virus corona di OKI.

“Kami, NGO yang tergabung dalam tim monev CRS OKI bertanggung jawab mengawasi program csr perusahaan di OKI, secara administrasi kami bertanggung jawab kepada ketua tim fasilitasi didinas lingkungan hidup OKI tapi karna kapasitas kami duduk di tim monev mewakili unsur masyarakat maka secara moral kami bertanggung jawab kepada masyarakat OKI,” ujarnya.

Ditambahkannya, sejauhmana keseriusan perusahaan di OKI membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggani virus korona akan kami publiskan kepada masyarakat, biarlah masyarakat yang menilai apabila nanti dirasa ada perusahaan di OKI yang tidak memberikan kontribusi dalam penangganan virus korona di OKI.

“Kami akan mendampingi masyarakat memberikan sanksi sosial kepada perusahaan tersebut. Karna kehadiran perusahaan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat bukan malah membebani masyarakat bahkan terkesan tidak peduli dengan bencana virus korona saat ini,” tegasnya.

Reporter : Firman
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *