BALIKPAPAN, Senin (19/1) suaraindonesia-news.com – Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Sayang Ibu di Balikpapan Barat kini menjadi sorotan tajam. Meski kontrak telah ditandatangani sejak Juni 2024 dengan nilai fantastis mencapai Rp 106 miliar, progres fisik proyek tersebut mandek di angka 20 persen.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Baharuddin Daeng Lala, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan saat ini tengah memproses pemutusan kontrak kerja terhadap kontraktor pelaksana. Langkah tegas ini diambil lantaran pihak ketiga dinilai tidak berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target 210 hari kalender.
“Kami sudah beberapa kali turun ke lapangan. Proyek ini menggunakan anggaran 2024 dan progresnya hanya berjalan 20 persen. Saat ini pemerintah sedang proses pemutusan kontrak karena pengerjaannya stagnan hampir setahun,” ujar Daeng Lala saat memberikan keterangan diruang kerjanya pada Senin, (19/1).
Politisi Partai NasDem yang juga mewakili daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Barat ini menjelaskan bahwa proyek yang berlokasi di Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu tersebut akan dilelang ulang pada tahun 2026 ini. Ia menekankan agar proses seleksi kontraktor berikutnya dilakukan secara lebih selektif.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi III dan Komisi IV, akan terus mengawasi. Kita berharap lelang ulang nanti dilakukan secara transparan. Siapa pun pemenangnya, kinerjanya harus bagus dan berkomitmen,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa mandeknya proyek ini berdampak langsung pada masyarakat yang merindukan fasilitas kesehatan mumpuni di wilayah Balikpapan Barat. Sebagai solusi sementara, pelayanan kesehatan masih di Puskesmas setempat dengan skema layanan 24 jam.
“Yang paling dirugikan adalah masyarakat. Namun demikian, sambil menunggu kelanjutan proyek, warga tetap dilayani di Puskesmas 24 jam. Meski kita masih kekurangan dokter, kami meminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) memaksimalkan tenaga medis yang ada untuk tetap stay di sana,” lanjut Daeng Lala.
Selain masalah keterlambatan fisik, Daeng Lala juga menyoroti dampak sosial pembangunan yang memicu protes keras dari warga sekitar. Dilaporkan banyak rumah warga mengalami keretakan akibat aktivitas konstruksi di lokasi proyek.
“Banyak keluhan warga terkait keretakan rumah. Kami di DPRD akan memperjuangkan ini kepada pemerintah kota melalui DKK agar ada solusi dan pertanggungjawaban yang jelas bagi warga yang terdampak,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah kota segera merealisasikan pembangunan gedung rumah sakit tersebut. Kehadiran RSU Sayang Ibu sangat krusial untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat Balikpapan Barat tanpa harus ke pusat kota.
Reporter: Fauzi
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












