Proyek Gudang Disperindagtam Di Maron, Bekas Tanah Uruk Nempel Dibadan Jalan Ganggu Lalu Lintas

oleh -200 views

Banyuwangi, suaraindonesia-news.com – Akibat hilir mudik armada pengangkut tanah urug pembangunan gudang pengeringan dan penyimpanan padi. Tepatnya di timur Jalan Raya Dusun Maron Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng membuat resah warga dan pengguna jalan yang melintas. Betapa tidak,  polusi debu selain mengganggu, tanah bekas ban truk itu, menempel tebal di jalan sehingga merusak pemandangan.

Pembangunan gudang yang sudah berjalan sebulan lebih ini, dari pantauan Memo, polusi udaranya tidak hanya dikeluhkan pengendara. Kondisi lebih parah, dirasakan warga sekitar sebab debu-debu beterbangan masuk kedalam rumah. Sebelumnya dampak lingkunganya tidak separah sepekan kemarin, warga setempat tampak ada yang menggunakan masker.

Sehingga imbas sama, terpaksa mereka harus bekerja keras membersihkan kotoran debu tidak hanya diluar dan dalam rumah.  “Sebelumnya tidak terlalu, hanya saja, kini setelah banyak armada yang antri, polusinya semakin tebal. ” Ujar warga. (05/11).

Sumber Memo, mengatakan keadaan itu jika dibiarkan, dikawatirkan akan terjadinya kecelakaan. Sebab menebalnya tanah sepanjang puluhan meter itu berada ditikungan.”Musim hujan kayak gini, jika pengendara ngebut, pasti terpeleset dan tidak menarik kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).” Ujarnya.

Jumali, bagian pengurus material  membantah adanya warga yang komplain, pria yang mengaku sebagai ketua pemuda ini, menurutnya tidak ada warga yang protes terkait pendirian gudang itu. “Tokoh masyarakat sini semua menyadari, kita sudah ngomong terhadap pihak kontraktor, dan mereka sepakat setelah selesai akan perbaiki jalan rusak.” Ujarnya.

Sementara, Sudar-Pelaksana proyek di sampaikan terkait adanya keresahan warga dia mengatakan akan menyampaikan hal itu ke Direktur CV. Hanya setelah disinggung upaya apa yang dilakukan pihaknya. Bahwa sudah ada pekerja khusus pembersihan tanah yang menempel dibadan jalan. “Bahkan kita beberapa kali mengeruk dan menyiram tanah yang melekat di jalan.” Ujarnya.

Ditempat terpisah, Rusmiyadi- Koordinaor lapangan Satpol PP Genteng dimintai tanggapan mengatakan, memang lokasi itu sebagian masuk wilayah kecamatan Genteng, sebagian milik Kecamatan Sempu maka pihaknya akan kordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama ke Disperindag Banyuwangi.

Sekedar tahu proyek ini bersumber dana dari APBD Kabupaten Banyuwangi dan DAK TA 2013 melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam), dikerjakan PT. Griyatama Graha Mandiri beralamat JL. Jaksa Agung Soeprapto. Gg. Mojowangi No.09-Banyuwangi. Dengan anggaran: Rp.4.657.890.000 guna pembangunan gudang, fasilitas dan penunjangnya.

Reporter : (Hari)

Tinggalkan Balasan