Protes MCK Kadis PU Langsa, Selesaikan Konflik Warga

oleh -34 Dilihat
Pertemuan Kadis PU Kota Langsa, Said Mahdum Majid yang membelakangi lensa (kiri) didampingi Kabid Cipta Karya Muharram (kanan) sedang menyelesaikan konflik Warga Serambi Indah,Foto/Rusdi Hanafiah

Langsa, Suara Indonesia-News.Com – 25/9/2014 Akibat salah menempatkan pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) di Gampong Serambi Indah, Komplek BTN, Kecamatan Langsa Barat, warga setempat mendatangi kantor Pekerjaan Umum (PU) Kota Langsa.

Kedatangan warga ke kantor Pekerjaan Umum tersebut, guna meminta pembangunan MCK yang sedang dikerjakan agar segera dihentikan, pasalnya pembangunan MCK plus yang dibangun di Blok A simpang Blok G tersebut dinilai menganggu sebagian warga. Rabu kemarin (24/9).

Warga yang berjumlah puluhan itu setiba di kantor PU disambut langsung oleh Kepala Dinas PU Langsa Said Mahdum Majid dan Kabid Cipta Karya Muharram.

Dalam perbincangan anatara Kadis PU dan warga, salah seorang warga tetap bersi keras meminta pembangunan MCK itu dihentikan.

“Kalau tidak dihentikan kami akan membawa perkara ini ke jalur hukum, sebut salah seorang warga,”katanya.

Menurut warga, pembangunan MCK plus itu lokasinya tepat di depan rumah salah seorang warga, ini akan berdampak kepada lingkungan rumah warga, keluh warga kepada Kadis PU.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Kota Langsa. Said Mahdum Majid ST, menjelaskan kronologis pembangunan MCK plus tersebut.

“Lahirnya MCK plus itu berdasarkan usulan masyarakat setempat, karena MCK merupakan program nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, jadi dari dasar itu kami proses sehingga memperoleh anggaran tersebut dari pusat melalui DAK” terangnya.

Lanjutnya, untuk lokasi pembangunan bukan dari Dinas PU yang menentukan, penempatan atau lokasi pembangunan sudah diserahkan kepada kepala desa, karena hanya kepala desa yang memiliki stempel.

Namun tambah Said Mahdum, kenapa setelah berjalan pembangunan ada warga yang keberatan, sehingga timbul permasalah, yang anehnya lagi kenapa ada sebagian yang setuju dan ada sebagian warga yang tidak setuju.

Menurut Said Mahdum, secara teknis pembangunan MCK plus itu tidak menimbulkan permasalahan, karena dalam teknis tidak disebutkan berapa jarak dari rumah warga untuk bisa di bangun MCK plus.

“Saya tidak mau terjadi konflik antara warga, karena sebagian setuju dan sebagian tidak setuju, karena niat kami hanya untuk membantu masyarakat dengan program ini, kalau memang warga tidak menyetujui, dari pada ada korban, lebih baik biar kita korbankan program pembangunan MCK saja, kami tidak ada masalah kita gagalkan program ini” imbuh Said Mahdum.

Pantauan Reporter Suara Indonesia pada akhir pertemuan tersebut yang menelan waktu selama dua jam tidak menuai hasil, sehingga akhirnya warga bersedia untuk membuat musyawarah besar di Gampong mereka guna mendapatkan jalan keluarnya.

Kepala Dinas PU Langsa, Provinsi Aceh Said Mahdum Majid ST, ketika menjawab protes warga tersebut di hadapan para wartawan tentang keputusan pertemuan itu mengatakan, akan menunggu saja hasil dari musyawarah besar warga Gampong Serambi Indah.

“Bagaimana semua kesepakatan hasil musyawarah nantinya, baru kita ambil keputusan, tuturnya.

Kontributor Langsa-Aceh:Rusdi Hanafiah

Tinggalkan Balasan