Proses Penyaluran BLT Desa Buket Linteung Langkahan Diduga Abaikan Sejumlah Aturan

oleh -167 views
Dokumentasi proses penyaluran BLT Desa Buket Linteung Kec Langkahan Aceh Utara 22 Mei lalu.

ACEH UTARA, Kamis (28/05/2020) suaraindonesia-news.com – Proses penyaluran BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa) yang disalurkan di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, diduga menyalahi sejumlah aturan seperti Intruksi Presiden Jokowi Dodo, Intruksi Kapolri, Permendes, Permenkeu, Permendagri dan Perbup Aceh Utara, hal ini berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Rabu 27 Mei 2020.

Penyaluran dana BLT-DD di Desa tersebut diduga kangkangi sejumlah aturan, dimana jumlah bantuan yang salurkan kepada setiap KPM sebesar Rp 415.000 padahal berdasarkan aturan dan juknis setiap KPM mendapatkan Rp 600 per bulan, di bantu selama tiga bulan dengan total Rp 1,8 juta.

“Namun berbeda dengan penyaluran BLT di Desa Buket Linteung setiap KPM menerima Rp 415 ribu, dari Dana Desa sedangkan BST Dari kemensos mereka terima utuh Rp 600 ribu rupiah, inikan terjadi kecemburuan sosial,” ujar Sumber media ini yang enggan namanya disebutkan.

Kendati demikian penerimaan dana BLT tidak sesuai dengan prosedur dan diduga telah menyalahi aturan, artinya proses penyaluran BLT-DD di Desa tersebut telah menyalahi aturan yang Ada.

“Banyak aturan yang dilangkahi oleh Pemerintah Desa Buket Linteung, kesalahan prosedur ini apakah pihak muspika Langkahan, Pendamping Desa tidak memberikan sosialisasi yang benar terkait aturan dan juknis penyaluran BLT,” tanya warga lainnya yang enggan disebutkan namanya di media ini.

Geuchik/Kades Buket Linteung Fitriadi saat di konfirmasi media ini Kamis (28/05) mengatakan bahwa tidak benar bahwa dirinya membagikan sama rata, itu atas kebijakan masyarakat sendiri secara suka rela, meskipun pada awal nya pihaknya tidak setuju untuk di bagi sama rata.

“Tapi karena desakan masyarakat akhir nya menyetujui dengan syarat masyarakat harus membuat berita acara,” teranhnya.

“Pada awal nya saya menolak untuk di bagi sama, tapi karena masyarakat sendiri yang mendesak dengan alasan kebersamaan maka saya terpaksa menyetujui nya tapi dengan syarat mereka harus membuat berita acara musyawarah,” imbuhnya.

Menurutnya, berita Acara hasil kesepakatan tersebut mejadi dokumen pertanggung jawaban pihaknya bila nanti ada yang mempermasalahkan.

“Sebab Pihak Pemdes Buket Linteung menyerahkan bantuan utuh sesuai aturan dan juknis BLT yaitu Rp 600 ribu per KPM dengan jumlah KPM Desa Buket Linteung sebanyak 187 KPM,” sebut Fitriadi.

“Setelah kami serahkan, lalu mereka atas iniasitif sendiri membagi sama rata sehingga per KK mendapatkan Rp.415 ribu,” pungkas Fitriadi.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *