Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRegionalSosial Budaya

Program TMMD Ke-125, Pembangunan Jalan Paving di Pamekasan Capai 34 Persen

Avatar of admin
×

Program TMMD Ke-125, Pembangunan Jalan Paving di Pamekasan Capai 34 Persen

Sebarkan artikel ini
IMG 20250727 172548
Foto: Anggota Satgas TMMD 125, Praka Mar Rozak, saat membantu proses pembangunan Paving.

PAMEKASAN, Minggu (27/07) suaraindonesia-news.com – Pembangunan jalan paving oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125 Tahun Anggaran 2025 Kodim 0826/Pamekasan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari kelima pelaksanaan, pembangunan jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan telah mencapai 34 persen.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas sarana transportasi warga.

Baca Juga :  Bupati Badrut Tamam Jadi Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 74 di Pamekasan

Salah satu anggota Satgas TMMD, Praka Mar Rozak, menyampaikan bahwa proses pembangunan mendapat dukungan aktif dari masyarakat setempat. Ia menyebutkan partisipasi warga terlihat melalui semangat gotong royong yang ditunjukkan sejak pagi hari.

“Warga sangat antusias bergotong royong bersama TNI. Mereka menyambut baik pembangunan jalan ini karena dinilai sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan di wilayah tersebut dinilai kurang memadai. Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan sulit dilalui, sementara saat musim kemarau, debu sering mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Warga Pante Bidari Berjubel Ramaikan Parade Karnaval

Jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga, terutama bagi petani yang menjadi mayoritas penduduk di desa tersebut. Dengan adanya peningkatan infrastruktur ini, diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Program TMMD Ke-125 sendiri bertujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah pedesaan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.