Program Sosial Dinilai Diskriminatif, Warga Lingkar Tambang Kritik PT Medco

oleh -116 views
Foto : Darwin alias Win Eng Warga lingkar tambang Ekplorasi Medco E&P Malaka.

ACEH TIMUR, Rabu (01/04/2020) suaraindonesia-news.com – PT. Medco E&P Malaka diminta ikut memberi kontribusi nyata kepada masyarakat lingkar tambang yang terdampak akibat ancaman virus Covid-19, dimana kondisi ekonomi masyarakat sangat terjepit, haltersebut dikatakan Darwin salah seorang warga lingkar tambang yang juga Aktivis Pegiat Sosial.

Menurut Win Eng panggilan akrab Darwin mengatakan bahwa sampai saat ini program sosial PT. Medco belum menyentuh kepada masyarakat kalangan bawah, bahkan terkesan perusahaan tersebut lebih mementingkan bantuan sosialnya kepada pejabat.

Padahal kata Win Eng, masyarakat lingkar tambang ada yang sudah terancam kelaparan akibat tidak bisa bekerja sebagaimana biasanya karena ancaman wabah Covid-19.

“Sejak PT. Medco E&P Malaka memulai merintis jalan di Aceh Timur, masyarakat lingkar tambang berpikir dengan adanya perusahaan seperti PT. Medco di daerahnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, akan tetapi mimpi tersebut jauh dari kenyataan,” terang Win Eng.

Namun kata Win Eng, disaat seperti ini perusahaan tersebut belum juga memberikan perhatian kepada masyarakat

“Ini yang membuat kami masyarakat sangat kecewa,” ucapnya.

Sebagai putra daerah kelahiran Bandar Baro, Kecamatan Indra Makmu tersebut, dirinya menilai PT. Medco lebih mementingkan bantuanya kepada pejabat ketimbang kepada masyarakat lingkar tambang.

Penilaian ini tidak berlebihan bila kita melihat daftar list penerima bantuan dari PT. Medco untuk mencegah virus Corona diantaranya adalah :

RSUZA 800 klg untuk tenaga medis – ditempatkan di Hotel Jeumpa,
Polda 250 klg utk petugas penerangan jam malam,
BPBA 250 klg utk petugas Piket Posko Induk, Kodam 250 klg pendukung jam malam, Satpol 250 klg utk petugas patroli, Dinsos 200 klg utk petugas piket dinsos, Posko Setda 100 klg utk petugas posko sekretariat

Sedangkan untuk masyarakat Aceh timur khususnya lingkar tambang yang mana hasil bumi mereka di keruk dan di perah Medco sendiri tidak ada kontribusi setimpal terkait dampak ekonomi maupun sosial yang sedang di alami oleh masyarakat khususnya masyarakat rentan di lingkar tambang.

“Jelas Medco sangat diskriminatif, dalam melihat kondisi sosial masyarakat, semut di seberang lautan kelihatan, sedang gajah didepan mata tak bisa melihat,” keluh Win Eng.

Menurutnya, Medco tidak peduli dengan nasib masyarakat lingkar tambang yang mereka fikir gimana menjalin hubungan dengan pejabat agar mereka lebih leluasa mengeruk hasil bumi.

“Tapi untuk masyarakat yang jelas jelas mendapatkan imbas secara langsung dengan beroperasinya mereka di lingkar tambang mereka seolah-olah tidak ada kepedulian,” keluhnya.

Dalam hal bantuan sosial ataupun bantuan lainnya untuk masyarakat di lingkar tambang Medco bersama Pemda seolah-olah tutup mata, padahal kata dia, banyak masyarakat yang ekonomi menengah sangat tersiksa dengan keadaan ini belum lagi masalah penyaluran CSR yang tidak jelas di tambah lagi masalah Corona yg saat ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk mencari nafkah.

“Janganlah Medco bermain mata dengan pejabat, mereka sudah cukup di beri bantuan dari pemerintah, tapi kami masyarakat sangat butuh kepedulian dari pihak Medco,” imbuhnya.

Apalagi saat ini pemerintah seolah-olah hanya memikirkan bagaimana cara menghentikan penularan sedangkan masyarakat yang disiksa dengan peraturan-peraturan yang tidak melihat masalah ekonomi masyarakat dibawah, seolah semakin di dukung oleh perusahaan yang punya tanggung jawab besar untuk kesejahteraan masyarakat Aceh khususnya lingkar tambang,

Win Eng juga berharap ada keseriusan yang benar-benar di lakukan oleh Medco sebagai penyambung tangan pemerintah agar masalah masyarakat benar-benar selesai.

General Manager Medco E&P Malaka Susanto saat di minta tanggapan terkait kritikan warga lingkar tambang ia mengatakan bahwa saat ini, Medco E&P juga sedang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Pencegahan Corona Kabupaten Aceh Timur untuk memetakan kebutuhan krusial di Aceh Timur.

“Untuk itu, Perusahaan saat ini sedang menyiapkan pengadaan wastafel portable, Alat Pelindung Diri (APD) dan masker medis serta minuman suplemen bagi petugas dan tenaga medis di Aceh Timur,” ujar Susanto melalui Humas, Rahmat.

“Insya Allah, bantuan ini akan didistribusikan dalam waktu dekat. Kami juga terus menerapkan prosedur sangat ketat di internal untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tutup nya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *