Program COP UK Petra Beri Kemampuan Life Skill Bagi Peserta Luar Negeri

Para Mahasiswa menjalankan program LPPM UK Petra

Reporter: Adhi

Surabaya, 25/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Belajar secara teori saja tak cukup. Community Outreach Program (COP) berupa Kuliah Kerja Nyata ini merupakan program tahunan service learning Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra yang hadir untuk memberikan pada mahasiswa pengalaman internasional sekaligus mengasah rasa empati pada masyarakat sekitar.

COP UK Petra 2016 kali ini akan berlangsung selama tiga minggu mulai tanggal 14 Juli  4 Agustus 2016 di Kapubaten Mojokerto, Jawa Timur. Mahasiswa asing dan lokal saling berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda budaya dan minim fasilitas? Pasti menjadi fenomena yang unik dan seru.

Mengambil tema Keep Blessing The Nations, kami ingin dalam program COP ini akan semakin banyak desa yang terberkati. Tak hanya itu saja, para peserta juga akan merasakan berkat melalui COP dengan menjadi lebih peduli kepada orang lain, perubahan perspektif tentang kehidupan yang lebih bermakna, inter-religious understanding dan masih banyak lainnya.

“Kami bertekad untuk terus menjadi berkat bagi daerah-daerah tertinggal yang belum terjangkau dan belum merdeka secara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku Wakil Rektor bidang Akademik UK Petra, Surabaya.

COP Mojokerto 2016 akan dibuka langsung oleh Rektor UK Petra Surabaya di Auditorium UK Petra pada hari ini Rabu, 13 Juli 2016 mulai pukul 16.30 WIB.

Peserta COP Mojokerto 2016 kali ini mencapai 201 orang yang terdiri dari 51 mahasiswa UK. Petra-Surabaya, 8 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang, 33 mahasiswa dari Dong Seo University-Korea Selatan, 9 mahasiswa dari International Christian University-Jepang, 13 mahasiswa dari Hong Kong Babtist University-Hong Kong, 6 mahasiswa Hong Kong Institute of Education-Hong Kong, 4 mahasiswa Hong Kong University of Science and Technology-Hong Kong, 25 mahasiswa University of The Netherlands-The Netherlands, 4 mahasiswa Fu Jen University-Taiwan, 2 mahasiswa Lignan University-Hong Kong, 2 mahasiswa Chinese University of Hong Kong-Hong Kong, 9 mahasiswa Guangxi Normal University-China, 20 mahasiswa Guangxi University of Science and Technology-China, 8 mahasiswa Coventry University of London-United Kingdom dan 7 mahasiswa SIM University-Singapore.

Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng. mengatakan sesuai dengan visi UK Petra yang menjadi global university ini maka program COP mengajarkan para mahasiswa UK Petra dan asing untuk melayani masyarakat lokal tanpa dibatasi oleh etnis dan budaya yang berbeda.

Seluruh peserta akan dibagi menjadi enam kelompok yang ditempatkan enam lokasi berbeda di lima desa yaitu Desa Jembul, Dusun Lebaksari dan Dusun Siman di Desa Rejosari, Dusun Gumeng di Desa Gumeng, Desa Dilem dan Desa Jatidukuh. Para peserta ini akan mengerjakan proyek fisik dan non fisik bersama dengan penduduk setempat yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga proyeknya pun bisa berbeda di tiap desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here