Program APP dari Pemprov Jatim Tak Banyak Diketahui Masyarakat Probolinggo

oleh -195 views
Foto: Kondisi kandang ternak Kambing bantuan program APP Propinsi Jawa Timur yang tidak memenuhi syarat. (Singgih Wijanarko/SI)

PROBOLINGGO, Selasa (22 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Program APP (Anti Fofertiv Program), dari Propinsi Jawa Timur di Kabupaten Probolinggo tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

Dalam program tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo di tahun 2017 ini, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapat grojokan dana dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Penerima program tersebut tersebar di beberapa Kecamatan, salah satunya Kelompok Barokah di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo yang di ketuai Ansori.

Namun patut disayangkan program tersebut penanganannya kurang maksimal, dan terkesan kurang pantauan dan bimbingan dari Satker terkait.

Hal ini terlihat pada kondisi kandang ternak kambing bantuan Program APP yang kurang memenuhi syarat, serta keberadaan anggota kelompok lainya yang tidak terlihat dalam perawatan.

Bahkan sudah ada tiga ekor kambing bantuan program APP yang mati meski program tersebut baru terlaksana. Baca Juga: Data Luas Lahan Simpang Siur, BPS Abdya: Kita Hanya Sesuai Laporan

Terkait hal tersebut, Ansori selaku ketua kelompok menyatakan, bahwa dirinya sudah koordinasi dan melaporkan ke Dinas, terkait kambing yang mati. Namun di konfirmasi keberadaan anggota kelompok yang lain, Ansori mengatakan agar bertanya langsung pada Dinas yang menangani, karena dirinya selaku ketua kelompok hanya bertanggung jawab pada Dinas yang menaunginya.

“Dalam hal ini saya selaku ketua kelompok hanya bertanggung pada Dinas yang menaungi program ini,” ucapnya, Selasa (22/8).

Di tempat terpisah, Jamilah dari Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo dikonfirmasi via phone mengatakan sudah mengetahui terkait ternak yang mati.

“Bahkan kami sudah melakukan monitoring dan evaluasi terkait hal tersebut,” tuturnya.

Di konfirmasi terkait keberadaan dan nama nama anggota yang lain, Jamilah mengatakan tidak hafal.

“Itu sudah kita monev, bahkan Propinsi juga sudah turun. Untuk nama nama kelompok yang sampean pinta. Saya tidak hafal, semua proposal serta nama namanya sudah kita setor ke Propinsi,” ujar Jamilah.

Terpisah, Hasin selaku Kepala Desa Sumberkatimoho di konfirmasi dikantornya terkait program yang turun di Desanya tersebut, Hasin mengatakan tidak tahu menahu.

“Saya tidak tahu, karena dari Dinas tidak ada yang menghubungi Pemerintah Desa terkait bantuan tersebut,” ujarnya singkat. (Singgih/Zei/Sul)).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *