Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanSosial Budaya

Prihatin Kualitas Pemuda, Komunitas KOPI Rajin Adakan Diskusi

Avatar of admin
×

Prihatin Kualitas Pemuda, Komunitas KOPI Rajin Adakan Diskusi

Sebarkan artikel ini
IMG 20160928 WA0043
Komunitas KOPI

Reporte : Sur

Sumenep, Rabu 18/9/2018 (suaraindonesia-news.com) – Era modernisasi ini banyak pemuda yang tidak lagi memperhatikan kualitas diri, mereka lebih sibuk dengan aktivitas yang tidak berguna.

Budaya seperti hedonisme dengan praktik-praktik anak jalanan menjadi trend yang digemari oleh anak zaman sekarang.

Komunitas KOPI yang merasa prihatin dengan kondisi dan budaya anak sekarang yang tidak peduli dengan kualitas diri berupa intelektualitas.

Menurut Andi Firman kordinator komunitas KOPI, budaya anak sekarang sudah jauh dari nalar keilmuan. Mereka lebih suka dengan hoby-hoby yang hapy and fun

Baca Juga :  Sebanyak 100 Turis, Kunjungi Sumenep

“Anak sekarang sudah tidak peduli dengan budaya keilmuan ,mereka lebih suka nongkrong, maen game, trek2an dan semacamnya,” tutur Andy.

Padahal tambah Andy, pemuda adalah generasi masa depan bangsa yang akan memegang tanggung jawab berat bangsa dan negara kesepan.

“Mau jadi apa negara ini jika generasi masa depannya hanya sibuk main hp, pacaran, nonton tv anak jalanan,” kritiknya.

Sementara tantangan kedepan semakin kompleks, kita sudah dihadapkan pada perang ide dan gagasan.

“Kita di Komunitas KOPI fokus pada kajian dan diskusi,pemberdayaan pemuda dengan meningkatkan kualitas intelektual,” jelasnya.

Baca Juga :  551 Warga Junrejo Terima BST Dari Kemensos

Dirinya berharap, melalui komunitas KOPI ini semoga semakin banyak pemuda yang peduli terhadap kualitas diri, Terutama dibidang keilmuan.

“Inilah yang kita harapkan, pemuda yang cerdas, mampu menjawab tantanga zaman yang mengarah pada peran intelektualitas,” harapnya.

Kajian Komunitas KOPI ini dilakukan setiap minggu pada malam rabu, dan sebelum kajian biasanya terlebih dahulu melakukan ritual berupa ngaji dan tahlil.

“Dengan ritual itu kita berharap ,proses kita bisa cepet tercapai,” tutupnya.