Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwaRegional

Pria Lansia Penyedia Jasa Panjat Kelapa Ditemukan Merengang Nyawa di Sebuah Kebun Kelapa Milik Warga

Avatar of admin
×

Pria Lansia Penyedia Jasa Panjat Kelapa Ditemukan Merengang Nyawa di Sebuah Kebun Kelapa Milik Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20250710 202752
Foto : Temuan Mayat Pria Lansia di Gampong Lhok Euncien Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/07/2025).

ACEH UTARA, Kamis (10/07) suaraindonesia-news.com – Seorang pria lanjut usia warga Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara dikabarkan menghilang sejak semalam. Pria yang diketahui M. Jafar (60) tersebut ditemukan meninggal di sebuah kebun kelapa milik warga di Gampong Lhok Euncien Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara, Kamis siang tadi (10/07/2025).

Kapolsek Baktiya Barat, Iptu Fery Suyatna, S.A.P yang dihubungi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Nurmalawati (40), pemilik kebun tempat korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wib.

“Korban selama ini memang dikenal sering diminta untuk memanen kelapa di kebun milik saksi. Namun, pada malam sebelum kejadian, korban tidak ada memberitahukan bahwa ia akan datang ke kebun. Karena itu, pemilik kebun tidak mengetahui kehadiran korban sebelumnya,” ungkap Kapolsek.

Kepala pihak kepolisian keluarga korban menyebutkan, Rabu malam (09/07) korban sempat pamit keluar rumah. Namun hingga pagi hari, korban tak juga kunjung kembali dan tidak bisa dihubungi hingga akhirnya pihak keluarga mendapat informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Baca Juga :  Spesial Lebaran, Haji Uma Luncurkan Lagu Aceh Syetan Daya

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Baktiya Barat bersama tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah ke Puskesmas Baktiya Barat guna pemeriksaan visum.

Baca Juga :  Tirta Kahuripan Gandeng Swasta Demi Tingkatkan Pelayanan

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya bekas benda tumpul ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga terjatuh ke arah depan dengan kondisi lidah tergigit dan mengeluarkan darah dari telinga.

“Diduga kuat korban mengalami serangan stroke yang kemungkinan disebabkan oleh hipertensi,” terang Iptu Fery.

Istri korban juga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit stroke dan rutin mengonsumsi obat.

“Setelah proses visum selesai dan tidak ditemukan unsur kekerasan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Gampong asalnya,” tutup Iptu Fery.