Press Conference Polres BS Terkait Pemerasan Oknum LSM Terhadap Kontraktor

oleh -88 views
Satreskrim saat mengadakan Press Conference tentang dugaan pemerasan oleh Oknum LSM terhadap kontraktor.

BENGKULU SELATAN, Senin (12/3/2018) suaraindonesia-new.com – Kepolisian Kabupaten Bengkulu Selatan Unit Tipikor Satreskrim mengadakan Press Conference tentang dugaan pemerasan oleh Oknum LSM terhadap kontraktor, Jumat lalu di Kantor Polres Kabupaten Bengkulu Selatan oleh Kasat Reskrim IPTU Akhmad Khaeruman yang didampingi oleh Waka Sandhi dengan Laporan Polisi LP/37-B/III/2018/Reskrim.

Kapolres AKBP Ordiva S.I.K melalui Kasat Reskrim IPTU Akhmad Khaeruman membeberkan kronologi kejadian yang bermula pada Jum’at (9/3/2018) sekitar pukul 18.30 WIB pelapor dihubungi lewat Handphone sebanyak tiga kali oleh nomer yang tidak dikenal.

Kemudian pelapor menelpon balik nomer tersebut dan yang mengangkat telpon itu adalah FA dari LSM FPR dalam pembahasan tersebut FA mengajak pelapor untuk datang ke kantor guna membahas masalah proyek yang sedang ditangani oleh pelapor.

“Kemudian pelapor mengatakan bahwa pelapor tidak bisa datang kekantor tersebut karena hujan, selanjutnya FA bersama BP datang menemui pelapor dirumahnya dan bercerita panjang lebar tentang permasalahan proyek yang ditangani oleh pelapor dan membawa fhoto proyek. FA meminta uang Rp.4.000.000 kepada pelapor dengan maksud permasalahan proyek yang ditangani oleh pelapor tidak akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum,” ujar Kasat.

Kemudian Kasat Reskrim IPTU Akhmad Khaeruman menambahkan kronologi penangkapan terhadap FA dan BP dan mengatakan, tidak lama dari kejadian tersebut, pelapor menghubungi pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa pelapor telah diperas oleh oknum LSM.

Kemudian pihak kepolisian Polres Bengkulu Selatan Kasat Reskrim beserta anggotanya menangkap FA dan BP di Supermarket Capa Mart yang ada dijalan A.Yani Ibul Kota Manna Bengkulu Selatan. Dengan BB (barang bukti) 1 unit sepeda motor merek Yamaha Mio IM3 warna merah dengan Nopol BD 5472 MD milik BP, sobekan kertas fhoto yang bergambar proyek bendungan, 1 topi warna hitam bertulisan NKRI, 1 Id Card Metro Tubei Portal Berita Online Pers atas nama FA, 1 unit Handphone merek nokia asha 501 warna biru dengan pasal 368 ayat (1) KUHP Sub pasal 369 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pemerasan.

“Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan lisan maupun tulisan dengan ancaman akan membuka rahasia memaksa orang lain memberikan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain,” tutup Kasat.

Setelah selesai Press Conference pelapor yang bernama A tersebut datang ke Polres dan mengatakan kepada awak media seperti apa yang dikatakan oleh Kasat Reskrim IPTU Akhmad Khaeruman, selain itu A selaku pelapor juga menambahkan, FA mengatakan kepada saya bahwasanya kontrakan kantornya dua hari lagi habis, kontrakan itu satu tahunnya 8 Juta jadi FA meminta kepada saya untuk membayar setengahnya saja yakni 4 Juta saja.

“Fa bersama BP setelah menerima uang tersebut FA mengoyak-ngoyak kertas fhoto proyek tersebut dan mengatakan ini bukti kalau sudah selesai,” terangnya.

Reporter : Radot D Nababan
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *