Presiden Samakasi : Dokter Dikepulauan Kangean Tidak Bedanya Dukun?

oleh
Moh. Hasan
Reporter : Moh. Hasan
Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Meninggal ditengah laut, itulah kalimat yang sering di dengarkan oleh masyarakat kepualauan Kangean, baik itu masyarakat pulau Sapeken dan pulau Kangean. Dan kalimat ini sudah hampir tidak berarti, tidak membuat orang kaget lagi, kenapa?
Tentu sangat beralasan, karena orang meninggal ditengah laut/ketika naik kapal itu sudah terjadi hampir setiap tahun, bahkan kadang dalam satu tahunnya itu lebih dari 2 orang, dengan beragam penyakit, baik orang yang mau melahirkan, tabrakan, atau sakit yang butuh penanganan darurat, seperti yang terjadi pada Sawiyati (24) warga pulau Kangean, tepatnya di Desa Sambakati Kecamatan Arjasa-Sumenep yang hendak dirujuk ke RSUD Sumenep tadi malam (25/01/2016). Seperti yang disampaikan Moh. Hasan warga pulau Kangean ini dengan nada yang lantang seakan mengecam kejadain ini.
“Hampir tiap tahun saya selalu dengar kabar tentang meninggalnya warga ditengah laut, ketika mau dirujuk ke daratan Sumenep, dan hampir bosan dengarnya,” Kata Hasan.
Hasan yang biasa dipanggil ini melanjutkan, dipulau selain Dokternya sangat minim juga sarana-prasarananya tidak memadai, sehingga walaupun ada dokter tapi penanganannya tidak akan maksimal, semisal urusan penyakit dalam kalau perlu tim medis disana tidak ada bedanya dengan dukun (pananganan secara tradisional), sehingga analisanya kadang benar dan kadang salah, itu terjadi karena tidak ada sarana prasarana yang mampu mendeteksi secara detail penyakit seseorang, sindir Hasan yang juga sebagai Presiden Serikat Mahasiswa Kepulauan Sumenep Indonesia (SAMAKASI).
“Apalagi kalau penyakit dalam, tim medis disana kalau perlu tidak ada bedanya dengan dukun, karena sarana dan prasarananya tidak ada”. Lanjutnya.
Sehingga harapannya hal semacam ini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Sumenep dan Jawa Timur sebagai Induk pemerintahan di Wilayahnya, biar tidak terulang kembali. Karena selain ini jadi tugas pokok pemerintah, juga pemasukan dari dari Kepulaun terhadap negeri ini besar, terbukti dengan adanya kekayaan alam, seperti Migas dan kekayaan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *