Presiden Kunjungi Langsung Petani Garam Di Kalianget Sumenep

oleh -85 Dilihat

Kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), di Kabupaten Sumenep selama 2 hari, selain melihat pameran produk unggulan serta bersilaturrahmi dengan tokoh agama dan masyarakat, sejak Rabu (04/12) kemarin, setelah bermalam di Pendopo Kraton Sumenep, pada hari kedua, Kamis pagi (05/12).

Presiden menyempatkan mendatangi Kantor Pegaraman PT. Garam (Persero) yang ada di Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget dan sempat berdialog dengan petani garam rakyat, sebelum meneruskan acara kunjungannya ke Kabupaten Pamekasan.

Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si usai mendampingi Presiden SBY kepada sejumlah wartawan di Desa Karang Anyar menjelaskan, kedatangan Presiden ke tempat petani garam tersebut memang menjadi atensi langsung dari orang nomor satu di Indonesia ini. Meskipun awalnya tidak ada jadwal kesana, namun Presiden ingin bertemu langsung dengan petani garam terkait dengan persoalan garam.

“Ketika dalam pengarahan langsung dari Presiden kepada petani garam, Presiden melihat ini perlu perhatian khusus masalah garam,”ungkapnya. Bahkan, menurut Bupati, Presiden memanggil Menteri BUMN, Dahlan Iskan, terkait harga garam juga memanggil dari perdagangan untuk memberikan solusi terhadap persoalan garam.

Presiden juga sempat mengungkapkan jika produksi garam melimpah memang pasti akan mengurangi harga. Disamping itu, terkait dengan masukan dari petani untuk mengurangi impor garam, Presiden betul-betul mendengarkan keluhan masyarakat petani garam di Sumenep. Bahkan, Presiden menyatakan akan mengumpulkan para Menteri terkait untuk membicarakan persoalan garam.

“Untuk berbagai masukan lainnya termasuk pengajuan infrastruktur dan sebagainya seperti yang disampaikan Presiden kemarin di Graha Adipoday untuk mengajukan proposal langsung yang nantinya akan didisposisi kepada menteri terkait,”tambahnya.

Yang jelas tegas Bupati Sumenep ini, masyarakat Madura harus berterima kasih dengan kehadiran Presiden, yang menandakan bukti untuk semakin meningkatkan dan memajukan Madura.

Terbukti, jika dulu bisa memberikan solusi adanya Jembatan Suramadu, sekarang melihat untuk penyeimbang kemajuan antar daerah di Madura. Dan salah satunya saat ini akan digenjot melalui dana APBN sekitar Rp. 700 milyar yang sudah disiapkan untuk Madura.

Reporter : (Ren, Am)

Tinggalkan Balasan