Polres Sumenep Ungkap Tiga Kasus Dipertengahan Bulan Januari

oleh -124 views
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi didampingi Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Sumenep, Saat Konferensi Pers. Jumat (17/1/2020).

SUMENEP, Jumat (17/1/2020) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, menggelar Konferensi Pers hasil pengungkapan tiga kasus sekaligus, hal tersebut digelar di halaman Kantor Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (17/1).

Konferensi Pers kali ini, ada tiga kasus berupa pembunuhan berencana, pencurian hewan sapi, dan prostitusi. Dari tiga kasus tersebut tersangkanya, dalam hal itu ada 11 tersangka.

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi menyampaikan dan menjelaskan, untuk pertama kali tersangka kasus pembunuhan, dengan korban bernama Hajas Hurye, kejadian tersebut terjadi pertengahan bulan Desember 2019 dilakukan penyelidikan oleh Unit Resmob Polres Sumenep dan kerja sama dengan Polsek Ra’as, dalam kejadian tersebut ada 4 tersangka.

“Awalnya tersangka UR mendapatkan telfon dari MD, bahwasanya MD menginginkan membunuh atas nama Hajas Hurye dengan alasan diketahui korban sebagai dukun Santet mengakibatkan dirinya tidak sembuh dari sakitnya,” jelasnya.

Dari tersangka MD mendapat perintah untuk membunuh korban, Maka dari itu UR mencari pelaku yang bersedia dibayar, akhirnya bertemu dengan tersangka M dan tersangka S.

“Kemudian tersangka UR bersama tersangka M dan S berkunjung ke rumahnya korban dan melakukan penganiayaan berupa pemukulan ke kepala korban maupun penjeratan terhadap lehernya, dengan kejadian itu tersangka diberikan imbalan 10 jt rupiah,” jelas Kapolres Sumenep.

Dengan permasalahan MD yang menginginkan terbunuhnya korban maka tersangka dijerat pasal 340 KUHP subsider 351 ayat 3 KUHP ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Kasus kedua, Resmob Polres Sumenep mengungkap pencurian sapi. Dengan tersangka sebanyak 4 orang.

Kapolres Deddy menyampaikan, Kecamatan Batu Putih marak pencurian hewan, dari tersangka yang sudah diamankan sudah seringkali melakukan aktivitas kejahatannya namun yang diketahui cuman 2 kali diseputar di Kecamatan Batu Putih.

“Tersangka inisial MO merupakan otak pelaku pada komplotan pencuri hewan ini, mengajak tersangka AH dan menyiapkan kendaraan merupakan sarana pada pencurian hewan tersebut disanggupi oleh tersangka AL, dari tersangka AL mengajak tersangka AB rekannya kemudian melakukan pencurian pada malam hari dengan menggunakan tali dan kendaraan roda 4,” jelasnya.

Sementara akibat perbuatannya, ke empat tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP pencurian dan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kasus ketiga Satreskrim Polres Sumenep berhasil mengungkap kasus prostitusi yang ada di kota Sumenep dan Kecamatan Saronggi.

Kapolres Deddy mengatakan, pihaknya memang intens upaya penindakan terhadap penyakit masyarakat ini, tentunya bisa berdampak mengganggu ketertiban masyarakat setempat. Tersangka yang menyediakan tempat berinisial D, tersangka FA dan tersangka EA.

“Berdasarkan informasi masyarakat, diketahui dua rumah yang satunya di Kota Sumenep maupun satunya lagi di Kecamatan Saronggi terdapat rumah dijadikan tempat praktek prostitusi, berdasarkan informasi Satreskrim Polres Sumenep melakukan penggerebekan pada tempat tersebut,” jelas Kapolres.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 506 KUHP.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *