Polres Sumenep, Tetapkan Kadis PU Cipta Karya Sumenep Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna, Saat di wawancarai wartawan

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Setelah dilaporkan mencemarkan nama baik institusi kepolisian oleh Wakapolres Sumenep, Kompol Sujiono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata ruang Sumenep, Bambang Irianto, akhirnya ditetapkan  sebagai tersangka. Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan terbukti mencantumkan nama Polres Sumenep sebagai penerima dan pelaksana 14 paket proyek di Cipta Karya.

“ Terkait pencemaran nama baik Polres di Dinas PU Cipta Karya, kami sudah tetapkan tersangkanya yakni Kepala Dinas PU Cipta Karya,  dan berkasnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna, Selasa (09/12/2014).

Menurutnya, pencantuman nama Polres sebagai penerima proyek di Cipta Karya merupakan pencemaran nama baik Institusi yang sangat fatal. Sehingga Polres Sumenep melaporkan dan memproses kasus tersebut dengan sangkaan pencemaran nama baik, apalagi hingga saat ini belum ada nama CV yang diberi nama CV Polres.

“Pelapornya sesuai berkas perkara, Wakapolres waktu itu, Komisaris Polisi Sujiono. Kami sudah berkonsultasi dengan ahli bahasa, tidak ada Polres itu CV. Yang ada itu Polres yang merupakan lembaga penegak hukum,” paparnya.

Dikatakan, untuk kasus dugaan pencemaran nama baik  pihaknya telah memeriksa 14 saksi, termasuk 4 CV yang mengerjakan proyek dan diatasnamakan Polres.

Penetapan tersangka Kepala Dinas PU Cipta Karya sebagai tersangka, sudah dilakukan sejak pertengahan November lalu, dan yang menjalani pemeriksaan.

Tersangka pencemaran nama baik institusi Polri akan dijerat pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman dibawah lima tahun penjara.  Saat ini berkas pemeriksaan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep.

“ Kami tinggal menunggu P21 dari kejaksaan. Kalau berkas perkara dinyatakan lengkap, maka bisa dilanjutkan ke proses persidangan,” pungkasnya.

Mencuatnya kasus tersebut bermula dari pencantuman nama Polres Sumenep sebagai penerima 14 proyek di Dinas PU Cipta Karya tahun 2014. Padahal Lembaga tersebut tidak pernah menerima proyek dan memiliki CV dengan nama CV Polres. (Din/Zai).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here