Polres Sumenep Terima Laporan Seorang Anak Yang Diduga Korban Pemerkosaan

oleh -310 Dilihat
Foto: ilustrasi korban pemerkosaan. (source: google)

SUMENEP, Selasa (26/04/2022) suaraindonesia-news.com – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sumenep, menerima laporan seorang anak di wilayah Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Diduga anak perempuan berusia 11 tahun tersebut telah menjadi korban pemerkosaan pria beristri yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti membenarkan bahwa ada seorang korban tindak pidana persetubuhan yang melapor ke unit perlindungan perempuan dan anak Polres Sumenep, pada Senin, 25 April 2022 kemarin.

“Kalau laporannya sudah masuk, tapi kami (humas) belum menerima tindaklanjut laporan itu dari penyidik. Insyaallah nanti menyusul,” singkat Widi saat ditemui diruang kerjanya. Selasa, 26 April 2022.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak berinisial S (11), warga Desa Panagan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, diduga menjadi korban pemerkosaan.

Baca Juga: Seorang Anak di Sumenep Diduga Diperkosa Tetangganya Sendiri

Sebab, saat awal bulan ramadan tiba tepatnya pada Senin, 4 April 2022 lalu, ia telah dirudapaksa oleh seorang pria beristri sewaktu masyarakat di lingkungan desa itu sedang melaksanakan salat tarawih.

Peristiwa nahas tersebut bermula sewaktu korban S dipanggil ke rumah tetangganya diminta untuk menjaga anaknya. Sewaktu si tetangga itu berangkat salat tarawih, korban S hanya tinggal berdua dengan anak yang dijaganya.

Situasi sepi itu ternyata dimanfaatkan oleh terduga pelaku inisial B, yang secara tiba-tiba datang menghampiri korban dan langsung membujuknya untuk melakukan hubungan tidak senonoh.

Korban S yang merasa ketakutan dan bingung sontak membuatnya pasrah lantaran dirinya juga diancam akan dibunuh jika tidak mau menuruti hawa nafsu bejatnya.

Menurut Nurfaidi (36) selaku pendamping korban, kejadian itu terungkap lantaran orang tuanya curiga mendapati korban S sering murung dan menangis tanpa sebab.

Akhirnya, pihak keluarga mulai membujuk korban S untuk bercerita penyebab dirinya sering menangis tanpa sebab.

“Ya, akhirnya mengaku bahwa dia telah disalahi oleh tetangganya itu. Dia baru mengaku tiga hari yang lalu,” ujar Nurfaidi saat mendampingi keluarga korban membuat laporan polisi di Mapolres Sumenep. Senin, 25 April 2022.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan