Polres Probolinggo Ringkus Jaringan Curanmor Wilayah Timur

oleh -43 views
Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat Konferensi Pers kasus curanmor dengan tersangka Herman dan Ahmad Fauzi. Jumat (7/5/2021).

PROBOLINGGO, Jumat (7/5/2021) suaraindonesia-news.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H Polsek Pakuninran Polres Probolinggo Jawa Timur berhasil mengungkap dan menangkap dua orang tersangka pelaku jaringan sindikat pencurian kendaraan bermotor R2 yang sering melakukan aksi kejahatannya di wilayah Hukum Polres Probolinggo diwilayah timur (Pajarakan – Paiton).

Dua orang tersangka tersebut bernama Herman (34) alamat Dusun Karang Duwek RT.01/RW.03 Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dan tersangka lainnya bernama Ahmad Fauzi (26), alamat Dusun Krajan, Desa Samberampak, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Dari data catatan kepolisian setempat, tersangka Herman merupakan residivis kasus penganiayaan dan narkotika.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan, saat Konferensi Pers mengungkapkan, dua orang tersangka tersebut ditangkap anggota Polsek Pakuniran gabungan dengan anggota Polres Probolinggo.

“Kedua tersangka tertangkap tangan saat melakukan aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Pakuniran. Kemudian dikembangkan ke TKP – TKP yang lain,” ungkap AKBP Ferdy Irawan, Jumat (7/5/21) saat Konferensi Pers.

Dari hasil penyelidikan, dua orang tersangka ini sementara mengaku melakukan aksi kejahatan curanmor di 15 TKP terbagi atas 2 tempat.

5 TKP dialkukan diwilayah Hukum Polres Probolinggo, 10 TKP di lakukan di wilayah Hukum Polres Situbondo. Dengan jumlah barang bukti (BB) kendaraan R2 yang berhasil disita oleh petugas sebanyak 16 unit sepeda motor.

“Dari data tersebut, kami akan terus lakukan pengembangan pada TKP-TKP yang lain maupun jaringan pelaku lainnya,” ujar Ferdy Irawan.

Ia sebutkan, dua orang tersangka ini kakinya terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena mereka mencoba untuk melawan petugas saat dilakukan pengembangan.

“Terhadap ke-dua tersangka oleh petugas dilakukan tindakan tegas dan terukur. Karena ketika akan dilakukan pengembangan tersangka mencoba melakukan perlawanan. Sehingga 2 orang tersangka ini oleh petugas dilakukan tindakan tegas dan terukur,” jelas Kapolres.

Modus yang mereka lakukan, lanjut Kapolres AKBP Ferdy Irawan, mereka berdua berboncengan melakukan mobile, keliling untuk melihat kemungkinan jika ada kendaraan-kendaraan yang bisa diambil.

“Jadi mereka Onthe Sport, mencari kendaraan yang diparkir, yang tidak terlihat oleh pemiliknya diambil secara diam-diam dengan menggunakan ‘Kunci T,” bebernya.

Dengan adanya temuan kendaraan R2 yang cukup banyak ini, Polres Probolinggo akan menginformasikan kepada warga masyarakat Probolinggo yang mungkin menjadi korban curanmor untuk mengecek di Mapolres Probolinggo.

“Siapa tau dari 16 unit kendaraan R2 yang menjadi BB ini ada yang merupakan milik warga masyarakat Probolinggo. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Situbondo, dan Polres Situbondo sudah mengirim penyidiknya untuk melakukan pemeriksaan, dan mengembangkan TKP yang ada di wilayah Hukum Polres Situbondo,” ulasnya.

Data dari Laporan Polisi (LP), ke dua tersangka ini melakukan aksinya di wilayah timur Probolinggo, mulai dari wilayah Pajarakan sampai Paiton.

Kedua tersangka ini selain melakukan aksinya di wilayah timur Probolinggo juga melakukan di wilayah Hukum Polres Situbondo.

“Barang Bukti (BB) dari Situbondo dijual di wilayah Probolinggo, BB dari Probolinggo dijual ke wilayan Situbondo. Dan ini mereka lakukan sejak tahun 2021. Jadi tersangka cukup inten melakukan aksinya, sehingga cukup banyak BB mereka dapatkan,” tandas AKBP Ferdy Irawan.

Ke dua orang tersangka tersebut oleh polisi disangkakan pasal 363 KUBPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 7 tahun.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *