PATI, Suara Indonesia-News.Com – Sejumlah warga yang mengatas namakan GEMPA (gerakan muslim paham akidah) dan warga pati anti premanisme (WPAP) gelar aksi demo gugat adira finance, Kamis (8/10/2015) Pkl.10.00 wib.
Dalam aksi tersebut, sejumlah aksi demo, GEMPA (gerakan muslim paham akidah) dan WPAP (warga pati anti preman) tergabung dalam aksi demo dihalaman kantor adira pati, membentangkan beberapa spanduk, diantaranya bertuliskan, adira sarang rampok, tutup kantor adira, adira penghimpun preman”, kantor adira tidak pantas berada dipati, pati kota peradaban bukan kota komunis dan rampok, aksi demo dari beberapa kelompok dipelopori oleh mustaQim.
Aksi tersebut bermula, dimana sebelumnya seorang warga Desa Puri Kecamatan Pati Nur Kamal pada jumat kemrin menjadi korban atas perampasan motor terhadap lising adira pati.
Sementara AKBP R Sertijo Nugroho melalui Kasat Reskrim Pati AKP Agung Setyo mengatakan, seharusnya pihak lising dalam penagihan maupun meminta motor harus melalui prosedur bukan dengan merampasnya, sudah ada dalam undang-undang fidusial, toh indonesia negara hukum, ujarnya kepada suara indonesia.
“Kami akan mengawal terus penegakan hukum kasus ini samapai kapan pun hingga tuntas”, tutur mustQim kepada suara indonesia. (ipung/SI-pati).












