Polres Lumajang Nyatakan Perang pada Narkoba

oleh -47 views

LUMAJANG, Rabu (6/2/2019) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Resort (Polres) Lumajang, Jawa Timur, menyatakan perang terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Lumajang dan sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Unit Opsnal Satresnarkoba mengungkap kembali pengguna sabu yang bertempat di sebuah kontrakan di Kecamatan Senduro.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban kepada sejumlah media menjelaskan jika pihaknya telah memgamankan seorang pria bernama Edi Wahyudi (30), warga Dusun Sumber Agung I, Desa/ Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jatim.

“Tersangka tersebut telah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai serta menyediakan Narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu. Pelaku sendiri diamankan di Desa/ Kecamatan Senduro sekitar pukul 01.00 WIB,” ungkapnya.

Memurut AKBP Arsal ada sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain sabu seberat 0,40 gram beserta alat hisap berupa bonk yang terbuat dari botol plastik warna hijau berlabel “Adem Sari” diamankan ke Mapolres Lumajang.

“Kami berhasil menangkap pengguna narkoba atas nama Edi Wahyudi di kontrakannya dengan ditemukan sabu seberat 0,40 gram beserta alat hisapnya. Tersangka tersebut digelandang ke Mapolres Lumajang untuk dimintai keterangan dan untuk menggali lebih dalam lagi informasi guna mengembangkan masalah tersebut untuk menjaring pelaku pelaku lainnya,” bebernya.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Benar apa kata Kapolres, kami berusaha mengorek kembali informasi dari tersangka guna mengembangkan kasus ini agar lebih banyak lagi mengamankan para pengguna atau pengedar barang haram tersebut,” ujar AKP Priyo.

Pelaku sendiri diketahui melanggar pasal 112 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Reporter : Fuad
Editor : Agira
Piblisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *