Polres Lumajang Gelar Nobar Film 22 Menit Di Jember

Anggota Polres Lumajang saat berfoto dengan ketua KOMPI Lumajang

LUMAJANG, Kamis (19/7/2018) suaraindonesia-news.com – Polres Lumajang menggelar nonton bareng film 22 Menit bersama forkopimda, dinas, TNI, awak media, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum.

Polres Lumajang menyiapkan ribuan tiket disiapkan oleh jajaran Polres Lumajang untuk undangan.

Film 22 Menit, ini menurut Paursibag Humas Polres Lumajang, IPDA CB Bhaskoro, kepada sejumlah media mengatakan jika kisah film ini diambil dari kisah nyata tragedi bom Sarinah dan aksi anggota polri dalam menangani aksi para teroris.

“Kami dan unsur TNI, Forkominda, dinas, awak media dan tokoh masyarakat akan menyaksikan Film 22 Menit pada hari pukul 13.00 wib, di salah satu gedung film di Kota Jember,” beber CB melanjutkan.

Menurut CB Bhaskoro, ada 20 bus yang berangkat mengangkut rombongan itu. Masing-masing bus berisi 60 orang. Rombongan berangkat dari depan Polres Lumajang, siang tadi.

Tujuan nonton bareng film teroris ini antara lain; mengajak masyarakat untuk mengetahui dan memahami bagaimana pengungkapan teroris penuh tantangan, kerja keras dan penuh kehati hatian.

“Kita ingin menunjukkan betapa membutuhkan kerja keras dalam mengungkap teroris. Makanya bagaimana detailnya nanti kita nonton bareng,” ungkapnya saat diwawancarai sejumlah media.

Dikatakan CB Bhaskoro, pihak Polri ingin menyampaikan kepada masyarakat melalui film ini, bahwa teroris itu ada, merusak, menggangu stabilitas, dan mengancam kita.

“Buktinya banyak korban jiwa. Merusak stabilitas ekonomi politik,” ujar pria penghobi ngetrail ini.

Sementara itu, Priyo Suwoko, Penasehat KOMunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang yang ikut rombongan Polres, menyampaikan, acara ini merupakan kegiatan positif yang perlu diketahui juga oleh kawan kawan wartawan.

“Kita ingin mengetahui bagaimana suka dukanya, liku likunya pihak kepolisian dalam mengungkap teroris untuk kemudian disampaikan kepada keluarganya dan masyarakat umum,” katanya.

Melalui film itu diharapkan wartawan tidak sekedar memberitakan peristiwanya tapi juga mempublis bagaimana kerja keras kepolisian mengungkap pelaku teroris.

Wartawan senior ini menambahkan, film soal pengungkapan teroris itu diharapkan bisa menggugah masyarakat untuk bekerja sama membantu pihak kepolisian apabila ada hal hal yang mencurigakan di daerahnya masing-masing.

Rencananya, film ini diputar pukul 14.30 WIB untuk gelombang pertama, dan rombongan selanjurnya akan hadir setelah rombongan kedua keluar dari gedung film.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here