Polres Abdya Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas

oleh -136 views
Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, Wakil Ketua II DPRK Abdya Hendra Fadhli,SH,Ws Dandim 0110 Letkol Inf Ahcmad Hisom Baihaki, Sekda Drs. Thamrin saat di kegiatan Forum Silaturahmi Kamtibmas,yang berlangsung di Aula kantor Bappeda Abdya.

ABDYA, Rabu (29/9/2021) suaraindonesia-news.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kegiatan Forum Silaturahmi Kamtibmas yang berlangsung di Aula kantor Bappeda Kabupaten Setempat.

Acara bertema ‘Dengan forum silahturahmi kita tingkatkan peran tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dalam penanggulangan Covid 19, dan Percepatan Vaksinasi’, acara tersebut dibuka oleh Kapolres AKBP Muhammad Nasution, S.I.K.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, Wakil Ketua II DPRK Abdya Hendra Fadhli, SH, Ws Dandim 0110 Letkol Inf Ahcmad Hisom Baihaki, Sekda Drs. Thamrin, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua MAA,SKPK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda serta tamu undangan lainnya.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, dalam sambutanya menyampaikan, bahwa penanganan Covid-19 ini pemerintah sudah mengambil langkah-langkah selain penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi juga sudah dilakukan. Kegiatan sosial, bantuan-bantuan sudah tersalurkan oleh pihak pemerintah Abdya di masa Pandemi ini.

“Dimasa Pandemi tidak hanya masalah medis saja, tetapi masalah bantuan ekonomi, pencerahan sosialisasi sudah dijalankan secara terintegrasi baik seluruh elemen pemerintah, TNI-POLRI, ulama-ulama Alhamdulillah sudah mendukung penuh kegiatan ini,” sebut Kapolres.

Selanjutnya dikatakan, dengan kondisi kesehatan yang sehat sehingga perekonomian dan pembangunan di daerah kita di Abdya ini berjalan normal, oleh karena itu kami berharap kepada para ulama untuk bekerja sama mohon bantuan dan dukungan nya. Berbicara pemuda-pemuda yang ada di Abdya ini perannya sudah sangat luar biasa baik dikalangan nasional maupun di regional.

Namun, dengan hadirnya tokoh ulama, tokoh pemuda, adat dan tokoh masyarakat kami harapkan di samping itu agar bisa membantu kegiatan pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi. Jika di lihat dari seluruh provinsi di Indonesia Aceh masih dalam kategori sepuluh besar, masih lumayan tinggi. Kalau di Kabupaten Abdya ini secara umum angka positif nya rendah juga, kalau ditingkat vaksinasi secara persentase kita bagus tapi untuk beberapa waktu terakhir ini sudah menurun. Sehingga ada korelasi atau ke sambungan antara angka vaksinasi dan kesehatan masyarakat.

“Kami juga menghimbau kepada para ulama, nanti disaat bersosialisasi atau disaat sholat Jumat untuk bisa menyampaikan kegiatan vaksinasi ini kepada masyarakat atau santi-santri yang ada di pesantren. Dari MPU sudah ada tausyiah bahwa vaksin ini aman dan halal,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan kehadiran para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda hal-hal seperti ini bisa dibantu kami agar disosialisasikan.

Lebih lanjut, tentunya harapan kami di kegiatan vaksin ini tidak harus dengan upaya-upaya yang sedikit tidak mengenakan bagi masyarakat tapi kalau dengan kehadiran peran para ulama-ulama, Tengku, abu mungkin dengan ini masyarakat bisa mendengar kan.

“Harapan kami, jika para ulama ikut membantu mensosialisasikan kegiatan vaksinasi ini, minimal dari santri dan masyarakat sekitar kegiatan vaksin ini bisa terlaksana kan dengan sebaik mungkin,” pungkas Kapolres.

Sementara Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH mengatakan, vaksin ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menjaga diri, menjaga kesehatan, menjaga lingkungan dan menjaga keluarga. Dalam Islam ini adalah sebuah keharusan, pertanyaan nya apakah vaksin ini halal dan itu sudah dijawab oleh berbagai kalangan ulama, termasuk dari MPU Aceh yang mengatakan bahwa Vaksin Sinovac itu halal dan suci, malah beberapa ulama kita termasuk dari Aceh itu sudah datang langsung ke pabrik tempat pembuatan vaksin.

“Kita tidak banyak paham dengan masalah ini, yang lebih paham itu adalah Dokter, para Nakes tenaga kerja kesehatan, kalau kita sendiri tidak punya pengalaman tentang penyakit ini. Dalam kaitan itulah kami berharap agar menyampaikan seadaanya jangan menyampaikan berita hoaks, sehingga masyarakat menjadi resah dan gelisah terhadap kegiatan vaksinasi ini,” sebutnya.

Dalam hal itu, sambungnya, penjelasan kepada masyarakat itu sangat penting supaya masyarakat tidak gamang, ada kepastian tentu dengan cara yang suka rela. Terkait dengan sosialisasi ini yang mungkin belum sampe ke kalangan masyarakat ini lah yang sangat berperan para Abu-abu dan para ulama.

“Tentang adanya kabar sakit atau lumpuh ini perlu dibicarakan secara terbuka, jika memang tidak siap itu sebetulnya memang gak bole di suntik, jika ada penyakit bawaan katakan kepada petugas dengan jujur supaya petugas vaksin bisa memutuskan apakah ini bisa di vaksin atau tidak,” tuturnya.

Vaksin yang dilakukan di desa nanti Dokternya harus teliti, orang-orang yang punya penyakit bawaan, atau darah tinggi, asam lambung, sesak nafas itu kan gak bole di suntik, periksa dulu dengan benar apakah orang tersebut bisa divaksin atau tidak. Nanti di bantu oleh para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat, untuk mensosialisasikan ke desa-desa yang Ingan di lakukan kegiatan vaksin.

“Vaksin ini tidak dipaksa, namun kepada Nakes kami minta agar lebih rinci dan teliti dalam memeriksa orang yang hendak di vaksin, jangan asal suntik, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh orang-orang di kalangan bawah, jadi dengan adanya seperti itu masyarakat tidak takut atau gelisah untuk divaksin, karena tidak semua orang itu bole divaksin,” tutur mantan jurnalis senior itu.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *