Polres Abdya Amankan 12,46 gram Sabu Dari Tangan Oknum Polisi dan Janda

Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi, SH

Reporter : Nazli MD

Blangpidie-Abdya, suaraindonesia-news.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) mengamankan dua tersangka pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu-sabu dengan jumlah barang bukti 12,46 gram.

Kapolres Abdya,  AKBP Hairajadi SH didampingi Kasat Resnarkoba, IPDA Rizal Firmansyah SE, Selasa (5/4) menjelaskan, penangkapan kedua tersangka dirumah kediaman JL (31) seorang janda warga Desa Kuta Makmur, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten setempat berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian dari warga.

“Dalam pengrebekan tersebut turut kita amankan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Mapolres Seumilue, RN (30) warga Kuta Tuha Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya,”sebut Hairajadi.

Disebutkan Hairajadi, pada saat proses pengeledahan kedua terduga tersangka tersebut sedang duduk santai diruang tamu.

”Ketika personil Satresnarkoba melakukan pengeledahan didalam rumah tersebut ditemukan barang bukti sabu seberat 0,22 gram,”sebutnya.

Tidak cukup sampai disitu, lanjut Hairajadi, setelah ditemukan sabu didalam rumah, pihak kepolisian kembali melakukan pengeledahan dan menemukan dua bungkus barang bukti seberat 0.62 gram yang disembunyikan dibawah jendela rumah.

“Barang bukti juga ditemukan didalam mobil milik RN dengan nomor polisi BL 615 C yang dipakirkan dihalaman rumah sebanyak tiga paket sabu yang telah dibungkus dengan kertas timah rokok seberat 1,95 gram,”jelas Hairajadi.

Selanjutnya, setelah melakukan pengeledahan dirumah tersangka JL, petugas kemudian melakukan pengeledahan dirumah tersangkan RN, dirumah tersangka RN polisi juga terkejut setelah menemukan barang bukti sabu sebanyak 17 paket siap edar.

“Dirumah RN, petugas menemukan barang bukti seberat 9,66 gram yang disimpan dalam lespeker didalam kamar tersangka,jadi keseluruhan barang bukti yang kita amankan berjumlah 12,46 gram sabu.”sebut Hairajadi.

Diterangkan Hairajadi, dalam pengeledehan dirumah kedua tersangka tersebut, pihak kepolisian ikut disaksikan oleh kepala desa serta aparatur gampong dan juga orang tua kedua tersangka.

“Untuk sementara kedua tersangka sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim penyelidik. Kedua tersangka untuk sementara melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman minimal 4 tahun penjara,”tuntas Hairajadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here