SAMPANG, Selasa (29/10) suaraindonesia-news.com – Kontestasi Pilkada Sampang Tahun 2024, benar–benar menyita perhatian publik. Arus dukungan pun semakin menguat terutama pada pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sampang, KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak) dan H Abdullah Hidayat (Mas Ab) MANDAT nomor urut 01, yang mendapat dukungan penuh dari para politisi senior dan Dzurriyah Muasis (keturunan pendiri, red) NU Sampang.
Menurut KH Djafar Shodiq yang merupakan politisi senior Sampang dan Dzurriyah 3 Muasis NU Sampang, yang juga mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua DPRD Jatim mengatakan, kenapa dirinya dan Dzurriyah Muasis NU Sampang mendukung pasangan Cabup dan Cawabup KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak) dan H Abdullah Hidayat (Mas Ab) MANDAT nomor urut 01.
Ada beberapa penilaian yaitu, Pertama karena masyarakat Sampang mayoritas warga NU bukan Syarikat Islam (SI). Kedua, Calon Bupati KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak) sebagai Dzurriyah Muasis NU Sampang, lebih memahami aspirasi warga NU. Ketiga, Kyai Mamak visoner dengan pendidikan yang mumpuni (Lulusan Al Ahqaf Yaman dan UNAIR).
Ke empat, Politisi muda kaya pengalaman sekaligus pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Prajjan Camplong (Ponpes Tertua) dengan alumni ribuan. Kelima, Kyai Mamak punya komitmen memajukan Kabupaten Sampang dari ketertinggalan. Sebab di Jawa Timur Kabupaten Sampang tercatat sebagai daerah miskin dan IPM pendidikan terendah. Keenam, Kyai Mamak berkomitmen menjadikan Sampng sebagai kota santri akan dikenal dengan penghafal Al Quran dan skil santri harus meningkat.
“Dari enam penilaian itu, kami dan Dzurriyah Muasis NU Sampang mendukung pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak) dan H Abdullah Hidayat (Mas Ab) MANDAT nomor urut 01,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, Muasis NU Sampang yaitu, KH Makky, KH Zubair dan KH Muhammad, adalah sesepuh KH Djafar Shodiq. Sementara KH Syabrawi Muasis NU Sampang adalah kakek Calon Bupati Sampang KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak).












