Polisi Tahan PPK Kasus Proyek Jetty Rubek Meupayong Kecamatan Susoh

Kapolres Abdya AKBP Moh. Basori, SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu ZulFitriadi saat membacakan Press release, tentang dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan proyek Jetty Rubek Meupayaong tahun 2016 di Aula Mapolres Abdya.

ABDYA, Kamis (10/10/2019 ) suaraindonesia-news.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menetapkan tersangka baru MD (51) selaku Pejabat Pembuat Komimen (PPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jetty Rubek meupayong tahun 2016 lalu dan terancam kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jetty Rubek Meupayong yang berlokasi di Desa Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak sesuai volume kontrak sebagaima dituangkan dalam asbuilt drawing (gambar) dan justufikasi teknis (kubikasi pekerjaan).

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK di dampingi Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi mengatakan PPK tidak dapat mengendalikan kontrak atau surat perjanjian kerja sama Nomor: 602.1/15/SPPK/OTSUS/P.PU.2016 tertanggal 23 Mei 2016.

Dikatakan Kapolres, pekerjaan yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu dengan perjanjian kontrak senilai Rp 2,3 miliar lebih yang dilaksanakan oleh CV. Aceh Putra Mandiri. Pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) SKPK di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Abdya.

“Kerugian negara berdasarkan hasil audit oleh BPKP perwakilan Aceh pada pembangunan itu sebesar Rp 468 .600.909.09 (empat ratus enam puluh delapan juta enam ratus ribu sembilan puluh sembilan koma nol sembilan rupiah),” kata Kapolres AKBP Moh. Basori. Kamis (10/10).

Kata Kapolres, tersangka MD melanggar UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 miliar.

“Dalam waktu dekat tersangka dan barang bukti akan kita lakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Abdya,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, MN (48) selaku rekanan sekarang sedang menjalani hukuman kurungan empat tahun penjara yang sudah memiliki putusan tetap oleh pengadilan di Banda Aceh.

Repprter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here