Polemik Tarik Ulang Bantuan dari Korban Banjir, Camat Kaliwates : Itu Miskomunikasi

oleh -189 views
Petugas dari Kecamatan Kaliwates saat memenuhi kekurangan paket bantuan kepada 18 santri di Pondok Pesantren Baitul Ilmi. (Foto: Humas Pemerintah Kecamatan Kaliwates).

JEMBER, Jumat (14/2/2020) suaraindonesia-news.com – Polemik ditariknya kembali bantuan yang diberikan pihak Pemkab Jember kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mendapat tanggapan dari camat setempat.

Bantuan yang ditarik adalah kasur dan selimut dari para santri Pondok Pesantren Baitul Ilmi.

Camat Kaliwates H. Asrah Joyo Wardono mengatakan persoalan tersebut karena miskomunikasi antara data yang diberikan pihak kelurahan dengan data yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ini hanya mis komunikasi, yang benar itu, distribusi kepada korban banjir genangan diberikan sesuai data di KK yang sudah terkumpul di BPBD,” ujar Asrah Jumat (14/2/2020).

Sedangkan Pondok Pesantren yang awalnya mendapatkan bantuan, dan dihuni oleh 18 santri yang berasal dari luar kota Jember pada saat penyerahan bantuan belum terdata yang dilampiri oleh Kartu Keluarga (KK).

“Jadi santri yang tinggal di Pesantren tersebut pada saat penyerahan bantuan, belum terdata yang dilampiri KK, karena pengasuhnya juga tidak tinggal di pesantren, bangunan pesantren itupun juga kontrak milik warga sekitar,” tambah Asrah.

Namun, saat ini pihak BPBD sudah memenuhi bantuan untuk santri yang terdampak banjir genangan di pesantren tersebut, hal ini setelah pihak RT setempat melakukan pendataan dengan mengumpulkan KK milik santri.

“Saat ini 18 santri yang tinggal di pesantren tersebut sudah terpenuhi dan mendapatkan bantuan kasur, selimut dan juga sembako,” pungkas Asrah.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *