Polda Kaltim Tangkap Tiga Kurir Sabu Lintas Provinsi Senilai 15 Miliar

oleh -84 views
Foto: Jumpa pers pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim, Jum'at (7/6).

BALIKPAPAN, Jum’at, (7/6) suaraindonesia-news.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim kembali mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu lintas Provinsi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dalam pengungkapan kasus ini polisi menangkap tiga tersangka kurir masing-masing berinisial AR (44), R (39) dan A (31) dengan barang bukti sabu seberat 10 kilogram atau senilai Rp 15 miliar.

Ketiga tersangka ini merupakan kurir dari jaringan pengedar antar Provinsi Kalimantan Utara – Kalimantan Timur.

Direktur Ditresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Arif Bastari menjelaskan pengungkapan sabu seberat 10 kilogram berawal dari informasi masyarakat yang diterima Ditresnarkoba pada 29 Mei 2024 pukul 10.00 Wita.

Informasi itu terkait akan adanya transaksi narkoba di wilayah Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Keesokan harinya 30 Mei 2024 kita langsung melakukan penangkapan terhadap dua orang yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan. Dua tersangka ini berinisial AR dan R. Dalam penangkapan ini, kita langsung melakukan penggeledahan, dan menemukan barang bukti sabu beberapa gram saja,” ujar Arif Bastari dalam jumpa pers di Mapolda Kaltim, Jum’at (7/6).

Arif mengatakan, kedua tersangka ini merupakan warga yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Baca Juga: Realisasi Investasi di IKN Capai Rp 51,35 Triliun

Dari penangkapan dua tersangka ini, polisi melakukan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan interogasi. Dari pengembangan ini, polisi mendapati informasi adanya tersangka lain berinisial A yang berdomisilli di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

“Dari informasi itu, tim langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap tersangka A di kediamannya di Anggana. Dari hasil penggeledahan ini kita menemukan barang bukti sabu seberat 10 kilogram,” jelasnya.

“Barang tersebut dibungkus dalam kemasan teh China sebanyak 10 paket, kemudian di masukkan ke dalam kotak speaker ukuran besar. Sabu tersebut dibawa tersangka dari wilayah Kalimantan Utara,” terang Arif lebih lanjut.

Tak berhenti disitu, polisi masih terus melakukan pengembangan dengan melakukan interogasi terhadap tersangka A atas kepemilikan sabu seberat 10 kilogram tersebut.

“Berdasarkan informasi dari tersangka A, kita mendapati informasi tersangka lain yang diduga sebagai pengendali atau pemilik sabu-sabu seberat 10 kilogram,” ujarnya.

Selanjutnya, polisi menindaklanjuti hasil pengembangan dari tersangka A, polisi langsung melakukan profiling dan menggunakan scientific investigasi untuk melacak pengendali atau pemilik sabu seberat 10 kilogram tersebut.

“Dari beberapa nama yang teridentifikasi, keberadaan mereka (pemilik sabu) berada diluar Provinsi Kaltim,” ungkapnya.

“Tim dilapangan sampai saat ini masih bekerja untuk menindaklanjuti dari hasil pengembangan ini, tim kami masih berada di salah satu provinsi,” imbuhnya.

Arif mengatakan, ketiga tersangka tersebut berperan sebagai kurir. ketiganya menerima upah 2 juta dari pengendali untuk membawa barang tersebut dari Kalimantan Utara ke Kalimantan Timur melalui jalur darat.

“Ketiganya baru menerima uang jalan sebesar 2 juta untuk membawa barang tersebut dari Kalimantan Utara ke Kalimantan Timur. Ketiga tersangka dijanjikan upah sebesar 100 juta oleh pengendali setelah barang itu sampai ditangan pemesan atau penerima,” beber Arif

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Junto Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Reporter: Fauzi
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan